KEDIRI, JP Radar Kediri- Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri mengambil langkah tegas. Itu dibuktikan dengan mencoret pedagang nakal yang ada di sana. Indikasinya, terdapat praktik jual-beli lapak kepada pihak lain. Padahal, hal tersebut sudah dilarang keras.
“Kemarin kami baru saja mencoret satu pedagang di Pasar Wates,” terang Kepala Disdag Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih kepada koran ini.
Tutik mengatakan, ada peraturan bagi seluruh pedagang di Pasar Wates. Yaitu pedagang tidak boleh melakukan jual beli lapak. Entah itu dengan sistem jual beli permanen atau hanya berupa sewa.
Namun dalam praktiknya, disdag masih menemukan pelanggaran jenis tersebut. Seperti yang baru saja ditemukan oleh tim disdag pekan lalu. Diketahui ada seorang pedagang yang menjual lapak ke pedagang lain.
“Dia sempat kasih banyak alasan. Tapi kami sudah tahu dan langsung kami coret,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tutik mengatakan jika pihaknya akan semakin ketat mengawasi pedagang. Karena kemarin (25/3) juga menjadi batas terakhir bagi pedagang untuk pindah ke pasar baru.
Nantinya pengecekan akan dilakukan secara rutin. Jika ditemukan pelanggaran jual beli lapak, maka Tutik tak akan segan-segan untuk mencoret nama pedagang tersebut.
Selain itu pengawasan juga akan dilakukan dalam proses pemindahan pedagang ke pasar baru. Tutik menyebut jika ada batas maksimal lapak tidak digunakan. Jika dalam batas tersebut lapak tetap tak digunakan, maka lapak akan diambil alih oleh disdag.
“Jika tetap kosong akan kami ambil. Akan kami berikan ke pedagang lain,” tandas Tutik.
Sementara itu, kemarin, puluhan pedagang terus menyiapkan lapak di Pasar Wates. Mulai dari melakukan pemindahan barang hingga menata lapak. Namun beberapa di antaranya sudah mulai berjualan. Proses pemindahan tersebut sudah dilakukan sejak pengundian yang dilakukan pada 12 Februari lalu. Dengan batas maksimalnya adalah kemarin (25/3).
Seperti yang dilakukan oleh Nurayani, 43, salah satu pedagang di Pasar Wates. Perempuan asal Desa Tawang, Kecamatan Wates itu mengatakan mulai pindahan sejak minggu lalu. Namun hingga kemarin prosesnya masih terus berlangsung.
Nurayani pun mengatakan jika proses pemindahan memang memerlukan banyak waktu. Karena selain harus mencari hari bagus, dirinya juga masih memiliki tanggungan di tempat lama. Seperti harus menunggu pesanan hingga mengabari beberapa langganan. “Pindahan kan gak bisa langsung. Harus sedikit-sedikit dulu,” ucapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, total ada 486 pedagang di Pasar Wates. Ke-486 pedagang tersebut akan menempati 548 lapak di dalam pasar. Selain itu, ada sekitar 150 pedagang yang masuk ke dalam daftar tunggu. Sembari menunggu, mereka akan ditempatkan di tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah