KEDIRI, JP Radar Kediri - Warga Dusun Mangiran, Desa Lamong, Kecamatan Badas geger. Mereka dihebohkan dengan maraknya bendera merah putih yang hilang sejak dipasang awal bulan ini. Diduga kuat hilangnya bendera itu karena dicuri.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, hilangnya bendera itu awalnya diketahui oleh Ketua RT 01 RW 10 Muhammmad Kanan pada Rabu pagi (9/8). “Saya cari-cari kok gak ada. Awalnya saya pikir jatuh kena angin. Tapi saya cari di sungai gak ada, saya tanyakan ke ibu juga gak tau,” ujar Kanan.
Siangnya, Kanan ditelpon oleh warga. Dia ditanya kenapa bendera yang terpasang tidak merata. Melainkan ada yang kosong. Mengetahui kabar tersebut, dia langsung melakukan pengecekan. Dari 31 bendera yang sudah dipasang sejak 1 Agustus lalu, ada 5 bendera beserta tiangnya yang hilang.
“Awalnya satu, kok dihitung ternyata ada lima. Wah, ini diambil orang sepertinya,” ucapnya.
Dari kesaksian warga, sebelumnya ada beberapa warga yang mendengar suara sepeda motor yang berhenti lama di lokasi hilangnya bendera. Selain itu, sekitar pukul 03.00 WIB, warga melihat sebuah sepeda motor berboncengan tiga dengan membawa bendera. Namun, warga tidak mengira kalau itu bendera hasil curian.
Atas kejadian tersebut, diperkirakan kerugian yang diperoleh warga sekitar Rp 350 ribu. “Tidak banyak sebenarnya, tapi semua itu dari swadaya masyarakat,” kata Kanan.
Atas kejadian ini, Kanan menyebut tidak melaporoannya ke pihak kepolisian, hanya saja, dia menghimbau, agar warga di daerah lainnya berhati-hati atas adanya kejadian seperti ini. “Saya imbau agar teman-teman lainnya berhati-hati karena kalau kepepet butuh, apapun maling ambil,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah