Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hati-Hati! Anggota PPS Kota Kediri yang Tewas di Dekat SLG Ternyata Terjatuh karena Dikejar Begal

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 8 Agustus 2023 | 16:48 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Berbagai spekulasi tentang penyebab kematian Ahmad Adetya Patria Nanda, 25, anggota panitia pemungutan suara (PPS) Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, mulai terkuak. Ini setelah hasil otopsi mayat pria yang ditemukan di parit Dusun/Desa Paron, Ngasem itu keluar kemarin. Dia mengalami luka parah di kepala bagian kanan yang membuatnya gegar otak. Luka satu sisi itulah yang mengindikasikan dia murni korban kecelakaan.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengungkapkan, sesuai hasil otopsi yang dilakukan Minggu (06/8) sore lalu, ada luka di kepala bagian kanan. “Luka satu sisi itu mengakibatkan gegar otak karena terbentur. Kepala bagian kanan luka (sepanjang, Red) 24 sentimeter sampai kiri,” kata Rizkika.

Luka pada satu sisi tersebut mengindikasikan jika pria yang akrab disapa Ade tersebut benar-benar terjatuh alias korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Ditambah lagi keterangan sejumlah saksi yang diperiksa sejak Minggu siang hingga malam. “(Kasus meninggalnya Ade, Red) murni laka (kecelakaan, Red). Sudah diserahkan ke unit laka (satlantas, Red),” sambung Kasi Humas Polres Kediri AKP Uji Langgeng.

Baca Juga: Jadi Pengedar Pil Koplo, Polres Kediri Kota Tangkap Pria Asal Tinalan

Sebelumnya beredar beberapa spekulasi terkait meninggalnya Ade. Yaitu, indikasi pembegalan dan penganiayaan. Beberapa saksi yang diperiksa polisi menyebut, Ade yang Minggu dini hari lalu berboncengan dengan dua temannya itu terjatuh di tempat kejadian perkara (tkp). Pemicunya, mereka dikejar pemotor berboncengan tiga yang mengacung-acungkan celurit.

Ketakutan, Andi Tio Pratama, teman Ade yang memegang kemudi melajukan kendaraannya dengan kencang. Di bagian tengah ada Fahrul Anif Fahim, sedangkan Ade duduk paling belakang. Saking kencangnya, Ade terjatuh. “Dua temannya tidak berani berhenti karena dikejar oleh pria berboncengan tiga yang menaiki motor Suzuki Satria sambil membawa celurit,” tutur sumber koran ini.

Saat sudah berjarak beberapa ratus meter, pelaku putar balik menuju ke tkp. Hal itu yang membuat mereka tidak berani menghampiri Ade yang sedang sekarat. “Sebelum insiden itu, mereka sempat minum minuman keras berempat di kafe. Ada satu lagi teman pria yang namanya Kharis Darmawan,” lanjut sumber koran ini di kepolisian.

Baca Juga: Sidang Kasus PT Afi Farma, Ini Penjelasan Saksi Ahli soal Bahaya Cemaran Bahan Kimia

Sebelum terjadi musibah yang membuat nyawa Ade melayang, mereka keluar dari kafe untuk mengantar Kharis pulang ke rumahnya di Dusun Gabru, Desa Kepuhrejo, Gampengrejo. “Ade semula berboncengan dengan Kharis. Fahrul dengan Andi, saat kembali ke Kafe mereka boncengan tiga. Di jalan terjadi peristiwa itu (pembegalan, Red),” jelas sumber tersebut.

Terpisah, Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi yang dikonfirmasi tentang indikasi pengancaman oleh pelaku bercelurit menjelaskan, Andi yang membonceng Fahrul dan Ade mengaku ketakutan karena tiga pria yang mengendarai motor Suzuki itu memepet mereka.

“Penumpang paling belakang (dari Suzuki Satria, Red) mengacungkan celurit, memepet motor korban sampai motor turun ke bahu jalan dan menyenggol pohon di bagian kanan sampai korban terjatuh,” jelas Dyan.

Baca Juga: Dituntut 10 Bulan, Terdakwa Kasus Petasan Asal Grogol Ajukan Pledoi

Meski mengetahui Ade terjatuh, Andi dan Fahrul tidak menghampiri lagi. Melainkan mereka langsung pulang ke rumah. Sikap mereka inilah yang jadi pertanyaan kerabat Ade. “Anehnya kalau temannya jatuh kok tidak lapor ke polisi atau temannya yang di kafe. Tidak memberitahu keluarga (Ade, Red) juga,” sesal Dar, salah satu kerabat Ade.

Fakta tersebut memunculkan sejumlah spekulasi. Termasuk kemungkinan penyebab lain yang membuat Ade meninggal dunia sekitar pukul 12.00 Minggu lalu.

Terpisah, Kasatlantas Polres Kediri AKP Rahandy Gusti Pradana yang dikonfirmasi tentang pelimpahan kasus meninggalnya Ade ke satlantas membenarkannya. “Kami masih akan menggelarkan (melakukan gelar perkara, Red). Kalau reskrim mungkin sudah (melakukan gelar perkara, Red),” tutur Rahandy.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#begal #pembacokan #slg #pps