Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tangan Disayat, Nurul Pingsan

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:12 WIB
(Ilustrasi: Afrizal)
(Ilustrasi: Afrizal)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pencarian terhadap Nurul, 30, berakhir kemarin pagi. Ini setelah ibu Zikri, 3 (sebelumnya ditulis 4 tahun), ditemukan pingsan di dekat kolam lele sekitar pukul 05.00. Perempuan yang diduga kuat sebagai pembunuh anaknya itu disinyalir sempat melakukan upaya bunuh diri.

Sumber koran ini menyebutkan, saat ditemukan pingsan di pekarangan belakang rumahnya kemarin, ditemukan sayatan di tangan ibu dua anak itu. “Itu (sayatan, Red) upaya bunuh diri,” kata sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan.

Sumber lain menerangkan, Nurul mengaku langsung pergi ke belakang rumah setelah peristiwa tragis tersebut. Di tempat yang terhalang rumpun bambu itu diduga Nurul menyayat tangannya hingga lemas dan pingsan. “Pengakuan ke suaminya (Muin, Red) dia hanya di belakang rumah,” jelasnya.

Indikasi upaya bunuh diri lainnya terlihat jelas dalam wasiat yang ditulis ibu muda itu. Di kertas sobekan buku tulis itu, Nurul tidak hanya meminta maaf kepada suami, anak-anaknya, dan kerabat dekatnya. Di sana dia juga mengaku tidak bisa melanjutkan hidup. “Tolong mboten usah dibeto teng rumah sakit, mangke nambahi beban (tidak usah dibawa ke rumah sakit, nanti menambah beban, Red),” tulis Nurul.

Dalam surat itu Nurul jelas mengasumsikan jika dirinya ditemukan dalam kondisi meninggal. Karenanya, dia juga meminta agar jenazahnya disucikan lebih dulu. “Soale kula masih haid,” lanjutnya dalam surat.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha yang dikonfirmasi tentang penemuan Nurul setelah ‘raib’ selama dua hari mengatakan, terduga pelaku pembunuhan itu dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri. “Sekujur tubuhnya bentol-bentol seperti disedot nyamuk,” katanya.

Perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu menjelaskan, sebelumnya satreskrim mendapat informasi dari keluarga dan tetangga tentang keberadaan Nurul di dekat kolam lele. Sepintas warga mengira dia tertidur. Tetapi, saat dibangunkan, dia bergeming.

Polisi yang mendapat informasi langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Nurul lantas dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Bagaimana dengan statusnya? Menurut Rizkika, hingga kemarin dia belum ditetapkan sebagai tersangka. “Diduga kuat. Dia memang terlihat terakhir kali dengan korban (Zikri), namun sekarang statusnya saksi,” bebernya.

Perwira kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini menyebut anggotanya akan menggali informasi setelah kondisi Nurul pulih. “Nanti akan kami mintai keterangan selengkap-lengkapnya,” imbuhnya sembari menyebut polisi juga akan menggali motif yang membuat dia nekat memukul kepala anaknya menggunakan palu hingga tewas.

Terkait upaya bunuh diri yang tersirat dari surat wasiat yang ditulis Nurul, Rizkika mengaku tidak bisa berspekulasi. Meski demikian, dia membenarkan jika surat tersebut dibuat sebelum kejadian. “Itu sesuai keterangan dari keluarga korban,” tegasnya.

Terpisah, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Ipda Yahya Ubaid yang dihubungi koran ini tadi malam menyebut, Nurul sudah dalam kondisi sadar. Meski demikian, hingga tadi malam masih belum bisa dimintai keterangan.

“Pandangannya kosong. Kalau ke keluarganya mau ngomong, saat ada orang lain langsung diam,” terang pria yang tadi malam baru saja pulang dari RS Bhayangkara tersebut.

Melihat kondisi Nurul, Yahya mengaku Unit PPA sudah mengajukan surat pemeriksaan kejiwaan ke RS Bhayangkara. Dengan demikian, bisa diketahui pasti kondisi kejiwaan Nurul. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #seputar berita terbaru #pembunuhan #kasus pembunuhan #seputar info kediri #seputar berita terkini kediri #kediri raya #kediri lagi #update kediri #kediri news #kediri terkini