Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Korban Koperasi Madu Lanceng Geruduk Mapolres Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 10 Juni 2022 | 17:34 WIB
MINTA KEJELASAN: Sri Hartini, salah satu korban menunjukkan NPWP Koperasi NMSI di Polres Kediri Kota. Dia meminta polisi mengusut kasus curat yang berujung gagal panen madu lanceng. (Foto: Habibah A Muktiara)
MINTA KEJELASAN: Sri Hartini, salah satu korban menunjukkan NPWP Koperasi NMSI di Polres Kediri Kota. Dia meminta polisi mengusut kasus curat yang berujung gagal panen madu lanceng. (Foto: Habibah A Muktiara)
KOTA, JP Radar Kediri–Sebanyak 25 orang korban budidaya madu lanceng di Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) mendatangi Polres Kediri Kota kemarin pagi. Puluhan orang yang merugi hingga ratusan miliar itu menanyakan progres pengusutan laporan pencurian pemberatan (curat) yang dilakukan pengurus koperasi.

Datang sekitar pukul 09.00, puluhan anggota koperasi berkumpul di halaman mapolres. Selanjutnya, sebagian perwakilan ditemui oleh KBO Reskrim Ipda Hendra. “Kami datang untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasus. Sampai sekarang Anton (ketua NMSI, Red),” kata Drajad, koordinator korban investasi madu lanceng NMSI.

Lebih lanjut Drajad mengatakan, sebanyak 25 korban yang mendatangi Polres Kediri Kota kemarin hanya perwakilan saja. Total korban investasi madu lanceng di Indonesia mencapai 8.000 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Jawa. Melainkan hingga Madura, Sumatera, dan Kalimantan.

Investasi madu lanceng ini modusnya membentuk kemitraan budidaya lanceng. Setiap anggota diminta membeli lanceng untuk dibudidayakan. Nilainya tergantung ukuran kotak. Semakin banyak kotak, semakin besar uang yang diinvestasikan.

Kerugian yang diderita anggota NMSI pun tergantung uang yang diinvestasikan. Mulai jutaan rupiah hingga puluhan miliar tiap orang. “Kami berharap polisi bisa mengungkap kasus investasi bodaong ini dan menangkap Anton, salah satu pengurus (NMSI, Red),” sambung Arif Junaidi, koordinator aksi lainnya.

Untuk diketahui, investasi bodong madu lanceng mencuat pada 2021 lalu. Adalah pandemi Covid-19 yang awalnya jadi alasan NMSI tidak bisa membeli panenan madu lanceng anggotanya. Belakangan, uang NMSI disebut-sebut dibawa kabur oleh Anton hingga mereka tidak bisa membeli panenan lanceng.

Sebelumnya, kantor NMSI di Jl Patiunus Kota Kediri ramai didatangi anggota setiap hari. Mereka menagih pembelian madu lanceng yang awalnya dijanjikan dilakukan tiap tiga bulan sekali. Tetapi, hingga saat ini hal tersebut tidak terwujud.

Puncaknya, Lalu Ahmad Baiquni, sekretaris Koperasi NMSI melaporkan Anton ke Polres Kediri Kota. Rupanya, setelah laporan pada 05 Februari 2021 lalu atau lebih dari setahun, belum ada perkembangan berarti. “Perkembangan kasusnya sekarang seperti apa?” sahut Sri Hartino, 50, korban NMSI lain yang merugi hingga Rp 2 miliar.

Perempuan yang hanya sempat memanen dua kali itu merugi lebih besar karena belakangan banyak mitra yang bergabung. Karenanya, dia berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus ini.

Sayang, Polres Kediri Kota belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan pengusutan investasi madu lanceng tersebut. KBO Satreskrim Polres Kediri Ipda Hendra yang ditemui koran ini setelah berdialog dengan korban kemarin, belum bersedia memberi penjelasan. “Saya tidak berwenang memberi statement,” katanya meminta Jawa Pos Radar Kediri bertanya langsung kepada Kasatreskrim AKP Tomy Prambana.

Terpisah, Kasatreskrim AKP Tomy Prambana juga belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, dia mengaku masih mengikuti kegiatan di luar mapolres. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #kediri #penipuan #madu lanceng #polres kediri #NMSI #kediri terkini #penipu