Dua tahun mengarungi biduk rumah tangga, rumah tangga Sudrun dan Mbok Ndewor awalnya adem-ayem. Pasangan suami istri yang tinggal di Ngasem ini rukun-rukun saja meski secara ekonomi mereka tergolong pas-pasan.
Sudrun dan Mbok Ndewor berusaha memahami sifat masing-masing. Saling mengalah demi keutuhan rumah tangga. Pria berusia 28 tahun itu juga berusaha menuruti semua permintaan perempuan yang dicintainya.
Termasuk saat status Mbok Ndewor masih pacarnya. Sudrun menurut saja saat diminta menggelar pesta pernikahan yang meriah. Padahal, saat itu kantongnya sedang cekak.
Tak ingin mengecewakan pujaan hatinya, dia nekat meminjam uang kepada rentenir. Kenekatannya itu memang bisa membahagiakan Mbok Ndewor. Pernikahan mereka bisa digelar secara meriah dan membuat senang banyak orang.
Masalah baru timbul sekitar dua tahun pascapernikahan. Sudrun yang bekerja sebagai sales sepeda motor mulai kalang kabut membayar cicilan utangnya kepada rentenir. Dengan gaji standar upah minimum kabupaten/kota (UMK), pendapatannya memang hanya cukup untuk membayar kontrakan dan membiayai kebutuhan rumah tangga.
Karenanya, jika ditambahi angsuran utang kepada rentenir, pendapatannya pun minus. Nahasnya, keputusan Sudrun meminjam uang untuk pesta pernikahan ini ternyata tidak diketahui Mbok Ndewor.
Tak urung, perempuan berusia 25 tahun ini marah-marah saat kontrakannya didatangi penagih utang. Yang membuatnya semakin murka adalah nilai tagihan yang ternyata tidak kecil. Peh!
Yang membuat Mbok Ndewor semakin kecewa adalah sikap Sudrun yang tetap mengingkarinya. “Saat saya tanya dia tetap menolak mengakui punya utang,” sungut Mbok Ndewor ditemui di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.
Belakangan, keduanya sering terlibat pertengkaran. Bukannya mengakui kesalahannya yang terjerat rentenir, Mbok Ndewor uring-uringan karena sang suami justru menyalahkannya. Dia dituduh boros. Menghabiskan uang pemberian suami.
“Katanya suka beli tas dan baju, tiap hari dandan, beli skincare. Siapa yang nggak marah Mbak dibilang kayak gitu?” lanjut Mbok Ndewor dengan nada tanya.
Tak tahan dengan perkataan Sudrun yang menyakitkan hati, Mbok Ndewor pun memilih mengakhiri rumah tangganya. Dia langsung melayangkan gugatan ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri. Beberapa kali Sudrun meminta maaf dan meminta agar tak bercerai, Mbok Ndewor bergeming.
“Sebenarnya aku cinta tapi aku pilih cerai aja. Nanti dia pasti utang-utang lagi,” papar Mbok Ndewor yang tetap kekeh mau bercerai meski minggu ini keduanya masih dalam tahap mediasi. Editor : Anwar Bahar Basalamah