Sak atos-atose watu, yen ketetesan banyu isih isa dekok. Paribasan itu sepertinya pas untuk menggambarkan keadaan Yu Minthul kali ini. Wanita asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini awalnya tak suka pada tabiat Paijo, teman Facebook-nya. Mung, karena terus digoda sepanjang waktu, akhirnya Yu Minthul terlena juga.
Apalagi bila godaan itu diwarnai dengan guna-guna segala. Peh, dijamin si wanita bakal luluh dan langsung lengket bak perangko. Persis seperti yang dialami Yu Minthul ini. Dia pun akhirnya jatuh hati pada penggodanya.
Repotnya, Yu Minthul berstatus bukan jomblowati. Dia adalah wanita yang masih resmi menjadi istri Kang Paimo. Tentu saja, giliran sang suami yang mencak-mencak. Hingga nyaris bunuh diri segala melihat adegan perselingkuhan istrinya itu, peh!
Kisah asmara tiga roda, eh asmara segitiga, ini bermula ketika Yu Minthul mendapat kenalan di laman Facebook-nya. Lelaki yang mengaku bernama Kang Paimo itu mengajaknya berteman. Karena penggiat medsos, ajakan itu juga disambut hangat oleh Yu Minthul.
Awalnya sih, hubungan keduanya hanya sebatas teman di FB. Namun, suwene suwe, tingkah Kang Paimo mulai kelewatan. Dia menampakkan bulu musangnya. Tak hanya semakin rajin mengikuti aktivitas Yu Minthul di FB, dia mulai berani menelepon segala.
Awalnya, Yu Minthul merasa risih. Dia pun wadul pada Kang Paijo. Mendapatkan wadulan itu, sang suami pun mulai pasang badan. Ketika ada telepon berdering langsung diangkatnya.
“Pas tak angkat, eh malah ditutup,” gerutu Kang Paijo.
Merasa risih mendapat teror seperti itu, Yu Minthul mengganti nomor telepon. Tapi, anehnya, Kang Paimo masih bisa tahu nomor baru itu. Diapun kembali meneror dengan terus menelepon Yu Minthul.
Kali ini telor, eh, teror itu kian menjadi-jadi. Tak hanya meng-call saja, juga berani mengirim paket berisi makanan.
“Deweke weruh omahku marga alamate ditulis dan FB-ne bojoku,” keluh Kang Paijo.
Repote, setiap makanan yang dikirim itu ternyata juga dicicipi oleh Yu Minthul. Inilah yang membuat Kang Paijo ketir-ketir. Dia waswas karena merasa makanan itu diselipi dengan guna-guna ilmu pelet, peh!
Pener wae, lama-lama Yu Minthul ora nesu maneh pada sang peneror. Sebaliknya, dia makin lengket dengan Kang Paimo. Permintaan bertemu pun dituruti. Pungkase cerita, Yu Minthul jadi keminthil pada penggodanya. Menjadi jatuh cintrong, eh, cinta.
Kedekatan istrinya itu membuat Kang Paijo kebingungan. Dia berusaha menghindarkan istrinya dari goda rayu sang durjana. Tak hanya ke mbah dukun minta mantera penolak, juga sampai pindah rumah segala agar alamatnya tak diketahui oleh Kang Paimo. Nyatanya, semua itu percuma.
Sampai-sampai, Kang Paijo stress berat. Cinta sekonyong koder-nya pada Yu Minthul membuatnya nyaris bunuh diri. Tepatnya ketika dia tahu dengan mata kepalanya sendiri kemesraan antara istrinya dan sang penggoda.
“Untunge keluarga ngelingno aku. Dadine aku iso sadar,” ucap Kang Paijo.
Kini, berbagai upayanya itu sudah tiada guna. Yu Minthul tetap lengket dengan Kang Paimo. Jurus pamungkas akhirnya diambil oleh Kang Paijo. Membawa setumpuk berkas, dan memberikannya pada hakim di pengadilan agama. Alias, minta agar para hakim agama menyetujui gugatan talak pada istrinya. Ajur wis, ya iki jenenge tresna kuwi jalaran saka guna-guna alias pelet. (ica/fud)
Editor : adi nugroho