Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Minta Jatah Dapatnya Serapah

adi nugroho • Selasa, 8 Maret 2022 | 18:22 WIB
minta-jatah-dapatnya-serapah
minta-jatah-dapatnya-serapah


Ketika menikah awal 2000-an silam, Sudrun ibarat mendapat durian runtuh. Mbok Ndewor, istrinya, memberikan kebahagiaan yang tiada tara. Meskipun, dari sisi usia, istrinya tiga tahun lebih tua. Toh, itu yang justru membuatnya seperti mendapat belaian kasih sayang ganda.


Bukti cinta kasih itu adalah seorang anak yang lahir setahun setelah pernikahan. Kehadiran buah hati itu membuat biduk rumah tangga Sudrun kian menggairahkan saja. Semangkin membahagiakan, kata orang-orang dulu.


Tapi, guratan nasib tak ada yang tahu. Pun si pelaku sendiri, seperti Sudrun dan Mbok Ndewor. Sapa ngira bila ternyata bahagiane urip hanya sementara saja bagi Sudrun. Karena setelah itu, hubungan suami istri ini ibarat wowo, panas membara.


Lek nurut Sudrun, kabeh gara-garane Mbok Ndewor. Bojone mulai malas melayani. Termasuk dalam urusan ranjang. Setiap kali Sudrun minta jatah, yang didapat bukannya belaian kasih sayang. Melainkan sumpah serapah dan caci maki. Mbok Ndewor selalu ngamuk tanpa alasan ketika diajak ber-hohohihe suaminya.


Tentu saja, penolakan nan kejam itu membuat hasrat Sudrun langsung mungsret. Berganti menjadi ngelu berkepanjangan. “Lha wong njaluk jatah ae kudu padhu disik,” omel Sudrun.


Tabiat tak elok Mbok Ndewor ternyata berlangsung hingga bertahun-tahun. Enggan melayani sang suami yang seharusnya jadi kewajibannya. Sudrun pun sempat purik. Kemudian mencari pelampiasan pada wanita lain.


“Lha piye, wong nang omah ora dilayani,” dalihnya.


Tindakan Sudrun itu kian membuat marah Mbok Ndewor. Tak ingin semakin berlarut-larut, Sudrun pilih menghentikan aksinya itu. Toh, istrinya masih ora nrima. Bahkan, kini sikap bermusuhannya menjalar kepada mertuanya. Mbok Ndewor tak lagi punya sikap hormat pada orang tua Sudrun.


Sikap Mbok Ndewor yang seperti itu seperti menyiramkan bensin ke api membara. Pasutri ini kian sering cekcok. Hubungan keduanya sudah tak lagi romantis. Taka da lagi ketenteraman dan kenyamanan.


Akhirnya, Sudrun pun merasa lelah bertengkar terus. Kata akhirnya, dia menceraikan sang istri. Membawa kasus ini ke pengadilan agama.


 “Masak gara-gara itu nyeret-nyeret orang tua saya. Mertua ya tetap mertua harus dihormati. Kalau sudah begini, cerai saja pilihannya,” sungut pria asal Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini. (ica/fud)


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #pasutri #kediri #info kediri #mbok ndewor #mertua #info terkini #sudrun #berita kediri #peh #gurah