Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menyerah karena Tak Kuat Jadi Sapi Perah

adi nugroho • Kamis, 3 Maret 2022 | 19:55 WIB
menyerah-karena-tak-kuat-jadi-sapi-perah
menyerah-karena-tak-kuat-jadi-sapi-perah




Masalah sepele yang dibiarkan menumpuk tanpa penyelesaian ternyata juga bisa membuat biduk rumah tangga berantakan. Hal tersebut seperti dialami Mbok Ndewor asal Kecamatan Wates, Kediri. Dia memilih meninggalkan Sudrun karena tak kuat diperlakukan tak ubahnya sapi perah oleh saudara iparnya yang tinggal serumah.



          Hubungan Sudrun dan Mbok Ndewor sebenarnya relatif baik-baik saja. Dua anak buah pernikahan mereka menjadi buktinya. Hanya saja, ibarat api dalam sekam, rumah tangga yang sepintas terlihat adem ayem itu ternyata menyimpan bara yang sangat panas. Siap membakar siapapun yang ada di dekatnya.



          Mbok Ndewor harus ngempet sekuat-kuatnya selama lima tahun menikah dengan Sudrun. Pemicunya, sikap saudara iparnya yang sama-sama tinggal di rumah orang tua Sudrun, sering kali membuat ibu dua anak itu naik pitam. “Ada empat keluarga yang tinggal serumah,” kata Mbok Ndewor menceritakan kondisinya yang menumpang di rumah mertua.



          Setiap hari Mbok Ndewor tidak hanya harus berinteraksi dengan dua mertuanya. Melainkan juga dengan dua keluarga adik iparnya. Awalnya, perempuan yang pernah bekerja di pabrik itu tak menyangka jika tinggal dengan banyak orang akan menimbulkan masalah yang besar.



          Pun saat dia diingatkan oleh saudaranya jika tinggal bersama banyak keluarga di satu rumah akan mendatangkan hal yang tidak baik. Yang terpenting baginya saat itu adalah memulai rumah tangga lebih dulu.



          Beberapa bulan tinggal di rumah Sudrun, perkataan saudara Mbok Ndewor mulai menjadi kenyataan. Ini bermula dari pembagian beban kerja di rumah yang menurutnya tidak adil. Sebagai menantu, dia memilih menuruti kata-kata orang yang lebih tua.



          Celakanya, hal itu ternyata menjerumuskannya. Mbok Ndewor mendapat tugas yang paling banyak. Mulai membersihkan rumah, mencuci baju, dan memasak. Sedangkan dua saudara iparnya yang sama-sama ada di rumah bisa bersantai. Leha-leha. “Awalnya saya nggak iri. Tapi lama-lama capek juga,” keluhnya.



          Belakangan, Mbok Ndewor juga mendapat tugas untuk menjaga anak dari dua saudara iparnya. Selebihnya, banyak perintilan permasalahan kecil yang belakangan memuncak dan membuat mereka bertengkar. Misalnya, susu bayi yang habis, hingga uang di rumah hilang yang akhirnya membuat saling tuduh.



          Puncaknya, Mbok Ndewor kapal karena bajunya tiba-tiba saja dipakai oleh saudara iparnya tanpa izin. Bukan hanya baju harian untuk bersantai. Melainkan baju-baju bagus yang sengaja disimpan hanya untuk bepergian, juga diambil begitu saja oleh saudaranya. Peh!



          Menghadapi masalah itu, Mbok Ndewor yang tidak kuat lantas mengajak Sudrun untuk mengontrak atau indekos. Tetapi, pria yang bekerja di pabrik itu menolaknya. Alasannya, dia mengaku belum punya cukup uang.



          Beberapa kali Mbok Ndewor yang sudah tak tahan memilih untuk minggat. Tetapi, Sudrun tetap kukuh dengan keputusannya. Melihat keteguhan suaminya, Mbok Ndewor memilih mundur. Dia nekat menggugat cerai daripada hidup tertekan tanpa pembelaan suaminya. (ica/ut)



 



 



Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #info kediri #mbok ndewor #perceraian #info terkini #pernikahan #sudrun #keluarga #berita kediri #peh