GURAH, JP Radar Kediri– Awas kawanan penipu bermodus pasang closed circuit television (CCTV) gentayangan. Mereka beraksi di toko kosmetik milik Lisa Setiawan, 35, di Jalan Raya Dr Wahidin, Desa/Kecamatan Gurah. Akibatnya, perempuan asal Semampir, Kota Kediri ini merugi Rp 1 juta.
“Benar anggota kami mendapatkan laporan penipuan di toko. Kasusnya sedang diselidiki,” ujar Kapolsek Gurah AKP Roni Robi Harsono kemarin.
Dia menjelaskan, penipuan itu terjadi Minggu (20/2) sekitar pukul 13.00. Siang itu, Henneta Aries Azizi, 21, karyawati toko, sedang berjaga seperti biasa. Pada jam itu toko sedang tidak ada pembeli. “Dari keterangan penjaga toko, siang itu didatangi seorang laki-laki mengaku bernama Han,” ungkap Roni.
Kepada Neta, Han berdalih mencari pemilik toko. Namun saat itu Lia sedang berada di luar kota. Han lantas mengaku sudah membuat janji dengan Lia untuk memasang perangkat kamera CCTV di depan toko.
Untuk meyakinkan Neta, Han berpura-pura menghubungi pemilik toko dengan gawainya. Seakan-akan pimpinan toko menyetujui pemasangan CCTV. Agar lebih meyakinkan lagi, Han juga meminta kertas dan bolpoin untuk merinci peralatan CCTV yang dibutuhkan, termasuk harganya.
“Setelah dirinci, total mencapai Rp 1 juta. Uang tersebut selanjutnya akan dibelanjakan peralatan CCTV,” kata kapolsek yang pernah menjabat Kanitpidum Polres Kediri ini.
Karena percaya, tanpa pikir panjang Neta memberikan uang Rp 1 juta kepada Han. Setelah menerima uang, Han langsung pergi meninggalkan toko dengan jalan kaki. Sebelum pergi, Han berjanji akan datang lagi sore untuk menemui pemilik toko.
Memastikan tentang pemasangan CCTV tersebut, Neta pun menghubungi bosnya melalui pesan WhatsApp (WA) sekitar pukul 14.00. Ternyata pemilik toko itu tidak pernah melakukan order pemasangan CCTV.
Apalagi, menurut Lia melalui Neta, di toko kosmetiknya sudah ada tiga unit CCTV. Dua terpasang di dalam dan satu unit di teras toko. Dari rekaman CCTV, Roni mengungkapkan, penipu yang mengaku bernama Han itu mengenakan kaus abu-abu dengan lengan hitam ketika datang ke toko.
Sayangnya bagian wajah tertutup masker. “Untuk sementara masih keterangan penjaga toko, belum minta keterangan pemilik karena masih di luar kota,” pungkasnya. (ara/ndr)
Editor : adi nugroho