KANDAT, JP Radar Kediri– Jumani, 45, warga Dusun Tulungrejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat nekat mengakhiri hidupnya. Senin malam (8/11) sekitar pukul 19.00, petani ini menenggak cairan racun serangga. Nyawanya tak tertolong. Mayatnya ditemukan di sawah tak jauh dari rumahnya.
Diduga Jumani mengalami depresi. “Tepat di sebelah jenazah Jumani ditemukan satu bungkus racun serangga merek Lenet dan botol Aqua,” terang Kapolsek Kandat Iptu Sutrisno kemarin.
Selain itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu gelas dan satu bungkus tembakau. Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Sutrisno menjelaskan bahwa kali pertama yang menemukannya adalah Moh. Mahrozi, 39, adik Jumani, dan Fathona, kakaknya.
Keduanya melakukan pencarian setelah Jumani tak berada di rumahnya. Padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 18.30. “Keluarga mengatakan di jam tersebut, biasanya korban ini di rumah,” ungkap Sutrisno.
Karena khawatir, Mahzori dan Fathona mengajak Mutiani untuk mencari di sawah jagung di belakang rumah. Setengah jam pencarian, jasad laki-laki kelahiran 1976 ini ditemukan telentang di tanah. Tubuhnya sudah dalam kondisi kaku. Dari mulutnya terlihat mengeluarkan busa. Melihat kejadian tersebut, Fatonah langsung melapor ke Polsek Kandat.
Petugas yang pada saat itu sedang piket langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Kediri. Mereka pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di sana, tubuh Jumani masih seperti kondisi kali pertama ditemukan. Hasil pemeriksaan luar tim Inafis Polres Kediri menyebut, korban sudah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan.
Di tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dengan kejadian ini pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut merupakan musibah. Mereka bersedia membuat surat pernyataan tidak menuntut.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun (Kasun) Tulungrejo Dwi Prasetio mengatakan bahwa Jumani sudah lama mengalami depresi. “Sebelum ditemukan meninggal, depresinya sempat kambuh sekitar dua minggu ini,” ungkapnya. (ara/ndr)
Editor : adi nugroho