KABUPATEN, JP Radar Kediri- Fa, siswa kelas XI salah satu madrasah tsanawiyah di Kabupaten Kediri ini hanya bisa terbaring di ruang tamu rumahnya. Remaja asal Kecamatan Gurah tersebut tak bisa apa-apa kecuali merengek kesakitan. Kondisi seperti ini, menurut keluarganya, dialami setelah mendapat teguran keras dari guru di sekolah.
“Kalu anak saya mendengar soal masalah di sekolah pasti dia merasa pusing kemudian kejang-kejang,” ujar Ma, ayah Fa yang ditemui Jawa Pos Radar Kediri di kediamannya Selasa (22/12).
Ma mengungkapkan bahwa putranya sedang mengalami depresi berat hingga tak bisa melakukan aktivitas. Saat ini, remaja 14 tahun tersebut hanya bisa mendengar saja. Untuk bicara sudah kesulitan. Bahkan sering mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Kondisi tersebut dialami Fa satu bulan terakhir.
Masih menurut Ma, satu bulan lalu, Fa dimarahi gurunya saat di sekolah. Saat membentak, guru juga menyinggung nama keluarganya. “Memang tidak niat sekolah, kalau niat sekolah tidak seperti ini. Bapakmu tidak ngurus, mbakmu yo seneng kluyuran (ayahmu tidak mengurus, kakakmu juga suka bermain, Red),” ujar Mahmudi menirukan guru yang memarahi putranya.
Memang, pada 18 November, sekolah Fa sudah masuk dan tatap muka. Di hari kedua masuk sekolah itulah kata Ma, anaknya dimarahi sang guru. Kemudian pasca kejadian itu putranya langsung mengeluh pusing dan kejang-kejang. “Dan saat itu juga anak saya langsung kolaps. Pulang sekolah langsung mengeluh pusing. Tidak kuat mikir, tidur terus,” terangnya.
Ma mengatakan, setiap ingat kejadian itu anaknya selalu pusing dan kejang-kejang. “Parah. Selalu teringat kata-kata guru yang menegurnya dengan keras,” tambah Ma.
Karena parahnya kondisi kesehatan putranya, Ma sempat membawa ke puskesmas desa setempat. Kemudian dirujuk di RSUD SLG dan menginap selama 15 hari. Kemudian pulang dan hendak dibawa ke rumah sakit lain. Total sudah empat rumah sakit yang menolak dengan alasan ruangan penuh. “Jadi total di rumah sejak tanggal 13 Desember sampai sekarang,” ungkapnya.
Selama terbaring tak berdaya, Ma hanya bisa berdoa. Sering menenangkan dengan cerita kebaikan masa kecil dia. “Baca salawat. Baca Alquran di dekat telinga dia,” jelasnya.
Ma mengaku bahwa dari keterangan dokter, obat untuk putranya di rumah sakit Kediri tidak ada. Adanya adalah di RS Saiful Anwar Malang dan RS dr Soetomo Surabaya. “Harapan saya, anak saya bisa sehat kembali, dan pihak sekolah tidak mengulangi kejadian itu. Dengan siswa didik yang lain juga jangan sampai terjadi hal seperti ini,” harap pria 50 tahun tersebut.
Sementara pihak sekolah yang dihubungi membenarkan bahwa ada salah satu guru yang sempat memarahi siswanya ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Kepala MTs Nina Nurhidayati mengungkapkan kejadian itu saat proses pembelajaran oleh guru akidah ahlak.
“Saat itu guru sedang mengajar bab adab murid kepada guru dan orang tua. Saat proses KBM tiba - tiba anaknya berdiri dan ngobrol dengan temannya yang berada di luar kelas,” ujarnya Nina saat ditemui di madrasah.
Menurutnya, aktivitas murid ketika guru sedang menerangkan pelajaran tersebut mengganggu temannya yang sedang belajar. Nina menegaskan bahwa sang guru tak langsung memarahi Fa.
“Sebenarnya ibu guru yang bersangkutan ini memanggil nama Fa teman sebelahnya. Nama mereka berdua mempunyai sama tetapi beda panggilan. Kalau Fa yang sekarang sakit itu biasa dipanggil Ha,” terang Nina.
Nina menolak bahwa sang guru menjadi penyebab utama Fa mengalami depresi berat hingga kritis seperti saat ini. Ia menyebut bahwa perkara ini sudah selesai dengan baik karena pihaknya telah menemui pihak keluarga.
“Saya anggap sudah selesai ketika bertemu di rumah sakit sambil memberikan dana sosial. Karena setiap ada anak sakit kami usahakan untuk membantunya,” ungkapnya.
Nina juga menegaskan bahwa pihak guru tidak pernah menyebut orang tua Fa di depan teman-temannya. Menurutnya sang guru hanya mengingatkan jangan nakal karena nanti seperti sang kakak. Nina juga menyebut bahwa sebelumnya Fa kerap mengeluh pusing. Dan beberapa kali pihak sekolah memberikan izin untuk istirahat. (din/fud)
Kronologi Remaja Depresi
- 19 November Fa ditegur guru saat jam pelajaran. Malam harinya dia mengeluh pusing.
- 20 November pusingnya kian paran dan mengalam kejang. Fa sempat dibawa ke puskesmas dan pengobatan alternatif.
- 28 November Fa kritis dan masuk RSUD SLG.
- 12 November pulang tapi belum ada perubahan. Keluarga Fa mencoba masuk ke empat rumah sakit tapi ditolak dengan alasan penuh.
- 13 Desember sampai sekarang di rawat keluarga di rumah.
Editor : adi nugroho