Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Truk Gandeng Muatan Tebu Terguling

adi nugroho • Kamis, 8 Oktober 2020 | 00:08 WIB
truk-gandeng-muatan-tebu-terguling
truk-gandeng-muatan-tebu-terguling

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Nahas dialami Mohammad Sahri, 37, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates. Ketika akan mengantar tebu ke Pabrik Gula (PG) Modjopanggoong, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, truk gandeng yang dikemudikannya terguling.


Kendaraan Mitsubishi bernomor polisi (nopol) AG 9491 VH tersebut mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kediri-Tulungagung. Tepatnya sekitar 100 meter arah selatan perempatan jalan Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih.


Yang terguling adalah bagian kepala truk dan bak depan. Sementara bak muatan belakangnya utuh dan selamat. “Diduga kecelakaan tunggal ini terjadi karena truk gandeng mengalami roda as patah,” kata petugas sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Ngadiluwih Aiptu Irwantono ketika dikonfirmasi koran ini kemarin.


Beruntung, Sahri yang mengemudi bersama Nuki, 15, anaknya, selamat. Keduanya tidak mengalami luka serius. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelumnya, Sahri mengangkut tebu dari Desa Wonorejo, Kecamatan Wates.


“Rencananya kami akan mengantar tebu ke Pabrik Gula Modjopanggoong di Sidorejo, Kauman, Tulungagung,” ujarnya ketika ditemui di lokasi kejadian.


Awalnya perjalanan lancar. Truk gandeng melaju dengan kecepatan sedang. Namun, sampai di perempatan Branggahan, Sahri merasakan ada kelainan pada kendaraannya. “Tadi waktu saya jalan, tiba-tiba truknya oleng ke kanan dan ke kiri. Terus saya gak bisa kendalikan, langsung oleng ke arah kiri,” ungkapnya.


Seketika itu truk bagian depan dan bak muatannya terguling. Sedangkan bak belakang tetap berdiri dan terhenti. Celakanya, posisi truk gandeng yang terguling tersebut berada di tengah jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di sana langsung macet. Warga yang mengetahui kejadian ini segera menghubungi polisi.


Petugas Polsek Ngadiluwih yang menerima laporan bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP). Sampai di sana mereka langsung mengatur arus lalu lintas. Karena jalur terhalang truk gandeng tersebut, arus kendaraan pun dialihkan.


Menurut Aiptu Irwantono, truk yang terguling memakan separo jalan. Imbasnya, arus lalu lintas (lalin) kendaraan dari arah Tulungagung diminta untuk mengurangi kecepatan dan berhati-hati. Selain itu, petugas juga mengatur warga yang memadati sekitar lokasi kejadian.


“Untuk (kendaraan) yang dari arah Kediri sementara dialihkan ke arah (Kecamatan) Kandat maupun Mojo. Sedangkan jalur yang dari arah Tulungagung tetap kami buka,” jelas Irwantono.


Saat kecelakaan terjadi kondisi Jalan Raya Kediri-Tulungagung memang padat. Baik dari arah Kediri maupun sebaliknya. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri hingga sekitar pukul 16.00 kemarin, truk yang terguling belum dipindahkan. Bahkan dari simpang empat Desa Branggahan, jalur menuju ke selatan ditutup dengan mobil polisi.


Sementara itu, menurut Sahri, muatan tebunya telah dipindahkan. Bak gandengan truknya yang tidak terguling telah dibawa lebih dahulu ke PG Modjopanggoong dengan truk lain. Sedangkan dia dan anaknya masih menunggu di lokasi untuk memindahkan kendaraannya.


“Ini tadi juga sudah dibantu sama truk dua kali. Tapi (truk yang terguling) belum berdiri juga,” sambungnya.


Akibat kecelakaan ini, Sahri mengaku, masih merasakan trauma. Dia hanya mengalami sedikit luka pada kakinya. Namun hal tersebut tidak dihiraukannya. Sedangkan Nuki, anaknya, dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terluka. (luk/ndr)


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri #truk #kecelakaan