BARON, JP Radar Nganjuk- Kebakaran hebat terjadi di sebuah bengkel sepeda motor di Desa Jekek, Baron kemarin siang. Lantaran besarnya api, si jago merah juga menyambar dua warung yang ada di sebelah bengkel. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kejadian di bengkel milik Ahmad Aksan, 24, itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu, warga Desa Babadan, Patianrowo tersebut tengah menyalakan mesin kompresor miliknya.
“Diduga kuat, penyebab kebakaran tersebut berasal dari kompresor itu,” ujar Kasatpol PP Nganjuk Abdul Wakid.
Menurut Wakid kompresor mengalami overheat atau panas. Nahasnya, mesin kompresor yang overheat itu diduga menyambar bahan bakar bensin yang berada di dekatnya. Setidaknya ada 10 botol air mineral berisi bahan bakar bensin di sana.
Tak ayal, kobaran api langsung menyambar berbagai peralatan bengkel dan perabotan lainnya. Si jago merah yang mengamuk juga menghajar sepeda motor yang berada di bengkel tersebut. Termasuk sepeda motor yang sedang diperbaiki di sana. “Total ada lima sepeda motor yang ikut terbakar akibat kobaran api tersebut,” imbuh pria berkumis tersebut.
Bengkel yang berisi barang-barang dan peralatan yang mudah terbakar itu pun semakin membuat kobaran api semakin besar. Api membumbung tinggi disertai dengan asap hitam yang mengepul di udara. Pemilik dan warga sekitar yang kebingungan hanya bisa memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Bahkan, kobaran api yang semakin lama semakin membesar tersebut juga merambat ke bangunan yang ada disekitar bengkel milik Aksan. Dua warung milik Erik, 34, dan Yeyen, 24, warga setempat juga ludes dilalap si jago merah.
“Kami langsung menerjunkan tiga armada Damkar untuk menjinakkan kobaran api di sana,” terang Wakid.
Petugas yang tiba di lokasi langsung menyemprotkan air untuk memadamkan kobaran api. Tak kurang dari satu jam petugas berjibaku dengan api dan asap di sana. Beruntung, api berhasil dipadamkan hingga tidak merembet ke lebih banyak bangunan lainnya.
Meski demikian, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai angka ratusan juta. Warung milik Erik dan Yeyen diperkirakan mengalami kerugian masing-masing Rp 15 juta. Kerugian paling besar dialami oleh Aksan sendiri.
“Kerugian pemilik bengkel diperkirakan lebih dari Rp 100 juta,” pungkas Wakid.
Editor : adi nugroho