Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nekat Mandi di Kali, Remaja Tewas Tenggelam

adi nugroho • Kamis, 4 Juni 2020 | 21:02 WIB
nekat-mandi-di-kali-remaja-tewas-tenggelam
nekat-mandi-di-kali-remaja-tewas-tenggelam

PRAMBON, JP Radar Nganjuk-Niat M. Sulton Burhanudin, 18, warga Desa Kedungombo, Tanjunganom untuk berenang di sungai yang berbatasan dengan Desa Rowoharjo, Prambon kemarin berujung petaka. Siswa kelas X Madrasah Aliyah itu tewas tenggelam seklitar pukul 10.00.



Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara mengatakan, peristiwa memilukan itu berawal ketika Sulton dan Ahmad Eka Efendi, 17, temannya bermain di jembatan setempat sekitar pukul 09.00.



"Di sana, korban bertemu dengan seorang temannya yang lain. Ia menanyakan di mana keberadaan teman-teman lainnya. Ternyata mereka sedang mandi di sungai tersebut," ujar Roni.



Mendengar teman-temannya sedang mandi di sungai, Sulton merasa tertarik untuk ikut serta. Atas inisiatifnya sendiri, korban ikut bermain air dan mandi di sungai bersama enam teman lainnya. Sementara itu, Eka memilih tetap di jembatan dan tidak ikut mandi di sungai.



Keseruan bermain air itu tidak berlangsung lama. Sekitar 30 menit berselang, saksi dan teman-teman korban yang lain mengaku tidak lagi melihat Sulton di permukaan sungai.



Mereka baru menyadari jika Sulton kemungkinan besar tenggelam dan terbawa arus sungai. Terlebih, kedalaman sungai di sana diperkirakan mencapai sekitar tiga meter. "Menyadari hal tersebut, teman-teman korban akhirnya berteriak meminta tolong kepada warga sekitar," imbuh perwira dengan dua balok emas di pundak itu.



Warga bersama teman-teman korban akhirnya melakukan pencarian. Mereka menyusuri sungai sembari menggapai pinggiran sungai yang memungkinkan korban tersangkut di sana. Proses pencarian dilakukan selama sekitar satu jam.



"Sekitar pukul 10.30 korban akhirnya ditemukan dengan jarak sekitar 75 meter dari lokasi semula. Sudah masuk Dusun Kedungmalang, Desa Kedungombo, Prambon," tutur Roni.



Warga pun langsung membawa jenazah Sulton ke tepi sungai. Mereka bahu-membahu mengangkat korban ke daratan. Warga desa lain yang mengetahui kejadian tersebut tak ayal langsung membanjiri lokasi penemuan.



Termasuk pihak keluarga yang langsung mendatangi lokasi begitu mendapat kabar dari tetangganya. Paino, 55, ayah Sulton langsung bersimpuh menangis histeris.



Dia memeluk tubuh anaknya yang terbaring kaku di rumput. Pria berkaus merah itu tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. “Niki wau tas ngarit (ini tadi baru saja mencari rumput, Red),” ujar Paino kepada salah satu anggota polisi di sampingnya sambil mengusap air matanya. 



Sementara itu, sekitar pukul 11.00 tim medis dari Puskesmas Prambon tiba di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, mereka tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh Sulton. "Tidak ada tanda kekerasan. Murni tenggelam karena diperkirakan tidak bisa berenang," tandas mantan KBO Satlantas tersebut.



Meski berat hati, pihak keluarga memilih menerima kejadian dan tidak berkenan untuk dilakukan otopsi terhadap Sulton. Mereka langsung mengurus pemakaman korban di TPU dekat tempat tinggalnya. "Pihak keluarga juga menyanggupi membuat surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum," pungkas Roni.



Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #laka #radar nganjuk #sungai #tenggelam