KABUPATEN, JP Radar Kediri — AP, 35, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare mengamuk di pasar sapi, Dusun Templek, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, siang (2/6). Gara-garanya, pemuda ini ditengarai emosi karena ada yang menggoda istrinya.
Makanya, dia marah-marah. Lalu mencari sang penggoda di pasar hewan tersebut. Tak hanya tangan kosong. AP menenteng senjata tajam (sajam) sejenis parang. Para pedagang dan pengunjung pasar yang resah akhirnya melapor ke polisi. AP langsung diamankan.
Ketika diperiksa, Kapolsek Puncu AKP Bowo Wicaksono mengungkapkan, pelaku mengaku berencana pergi ke Kecamatan Tarokan. Tujuannya, mencari seseorang yang telah menggoda istrinya.
“Pelaku akan menuju ke wilayah Tarokan, Kabupaten Kediri untuk mencari seseorang yang telah menggoda istrinya,” ujarnya kemarin.
Tapi mengapa AP sampai mengamuk di Pasar Hewan Templek? Menurut Bowo, sebelumnya pelaku mengendarai sepeda motor Honda MegaPro bercat hitam AG 4226 EA. Ia berkendara sambil membawa parang. Saat melewati pasar sapi tiba-tiba AP merasa tersinggung karena dilihat orang di sana.
Saat itu sekitar pukul 10.15 WIB. Selanjutnya, AP memarkir sepeda motornya di pasar. Lalu langsung menantang berkelahi orang-orang yang berada di sekitar pasar. "Pelaku ini berhenti dan langsung mengajak duel orang yang ada di pasar," tambah Bowo.
Menurut Siti, pedagang baju di pasar tersebut, AP masuk pasar sambil berteriak dan mengayunkan parangnya sepanjang sekitar 1 meter. “Tadi orangnya ngamuk Mbak. Sambil teriak, ayo sopo sing wani majuo (siapa yang berani maju saja). Itu parangnya yang dibawa panjang,” urainya.
Siti menambahkan, saat itu tidak ada orang yang berani mendekat. Pun tak ada yang memberhentikan aksinya. Karena mereka takut terkena senjata yang dibawa AP. “Banyak yang lari Mbak. Nggak berani mendekat, soalnya takut kena,” imbuh perempuan berbaju pink ini.
Namun, pada akhirnya beberapa orang geram dengan aksi AP bertindak. Mereka beramai-ramai mengepungnya. Setelah berhasil merebut sajam, massa itu spontan memukuli AP. Akibatnya, pemuda itu mengalami luka-luka dan berdarah di sekujur tubuhnya.
Untung saja, sebelum amukan massa beringas, petugas kepolisian terburu tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas Polsek Puncu lantas mengamankan AP. Bowo menjelaskan, pihaknya sempat kewalahan ketika mengamankan pelaku. Karena saat itu masih mengamuk. Setelah bisa dilumpuhkan, AP segera dibawa ke Polsek Pare. Barang bukti berupa parang dan sepeda motor yang dikendarainya turut diamankan.
“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan terkait aksinya. Tadi (AP) sempat cerita kalau mau ke Tarokan cari orang yang bawa istrinya,” ungkapnya.
Menurut Bowo, pelaku diduga depresi. Itu akibat rumah tangganya yang pernah gagal dua kali. Yang terakhir, rumah istrinya ada di Tarokan.
Tidak hanya itu, Bowo menyebut, ayah AP juga dalam keadaan sakit. “Saat ini kami belum bisa menyebut apakah pelaku dalam keadaan gangguan jiwa atau tidak. Kami masih tunggu hasil tes kesehatan psikologisnya,” jelasnya.
Hingga kemarin, AP dalam penanganan di RSUD Pare untuk merawat lukanya. Proses penyidikan diserahkan ke Satreskrim Polres Kediri. “Saya berharap masyarakat jangan menghakimi dahulu, segera laporkan tindak kejahatan ke polsek,” tuturnya.
Editor : adi nugroho