NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bunga (nama samaran, Red), 16, korban pemerkosaan terus mendapatkan pendampingan dari Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk. Di antaranya, dengan mengajak Women Crisis Centre (WCC) Nganjuk untuk melakukan trauma healing atau penyembuhan dari rasa trauma yang dialami korban.
Kasatreskrim Polres Ngajuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap Bunga. “Tentu kami terus beri pendampingan kepada korban,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, gadis asal salah satu desa di Kecamatan Berbek tersebut menjadi korban perkosaan Karji, 39, warga Desa Dodol, Ngetos. Pelaku berdalih dapat menyembuhkan Bunga dari guna-guna asalkan mau bersetubuh dengannya. Meski korban menolak, Karji tetap melancarkan nafsu bejatnya.
Akibat kejadian tersebut, mental Bunga langsung menjadi tidak karuan. Oleh karena itu, Nikolas sengaja memberikan pendampingan agar psikologis korban dapat membaik. “Pendampingan ini sebagai bentuk trauma healing kepada korban,” lanjutnya.
Lebih jauh Nikolas menuturkan, pihaknya tidak sendirian dalam melakukan pendampingan tersebut. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) turut menggandeng WCC Nganjuk.
Selain melakukan pendampingan terhadap Bunga, Nikolas menyebut saat ini Unit PPA tengah mengebut pemberkasan kasus tersebut. Dukun bejat itu langsung dijebloskan ke tahanan setelah dibekuk oleh Tim Macan Wilis pada Senin (8/3) lalu. “Tersangka langsung kami tahan,” tandas perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.
Untuk diketahui, Bunga awalnya mengaku seperti diguna-guna. Ia pun menceritakan hal itu kepada pacarnya. Dia lantas diantar ke rumah Karji untuk “berobat”. Di pertemuan pertama itu Bunga hanya diberi air minum oleh Karji. Sementara, perkosaan itu terjadi pada pertemuan kedua atau Jumat (6/3) lalu.
Karji berdalih guna-guna tersebut tidak akan dapat sembuh jika tidak kembali untuk yang kedua kalinya. Lantaran sudah hampir tengah malam, Bunga menolak. Namun, pelaku tetap memaksa sambil membujuk korban. “Pelaku menawarkan untuk dijemput. Korban dijemput di Alun-Alun Berbek sekitar pukul 23.30,” imbuh Nikolas.
Dari alun-alun, Bunga langsung dibawa ke rumah Karji. Di sanalah aksi bejat Karji dilakukan. Bunga yang dijemput sang ayah keesokan paginya mengaku terus terang telah diperkosa oleh pria bejat itu. Tak terima, orang tua Bunga langsung melapor ke polisi.
Editor : adi nugroho