Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Terpal Hanyut, Bau Limbah Mojo Kembali Menyengat

adi nugroho • Selasa, 24 Desember 2019 | 00:16 WIB
terpal-hanyut-bau-limbah-mojo-kembali-menyengat
terpal-hanyut-bau-limbah-mojo-kembali-menyengat

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Bau menyengat kembali tercium dari tumpukan limbah slag aluminium di dekat Jembatan Maesan, Kecamatan Mojo. Upaya menutupi limbah dengan terpal gagal. Sebab, terpal tersebut kemarin salah satunya hanyut terbawa arus sungai.


Sebenarnya, sebelum terpal hanyut, bau menyengat dari limbah B3 tersebut berkurang. Terutama di Desa Kranding. Karena angin mengarah ke utara atau ke Desa Maesan. Hanya saat hujan lebat saja bau limbah tersebut kadang kembali menyengat. “Kalau cuma gerimis saja sudah tidak tercium,” jelas Khusnul, 22, warga Desa Kranding.


Warga juga sudah tidak perlu mengungsi jika hanya gerimis. Karena limbah tersebut masih tertutup terpal dengan baik.


Pada saat hujan lebat Rabu lalu, berimbas arus sungai yang mengalir dengan deras. Hingga menghanyutkan satu lembar terpal penutup. Yaitu yang di sebelah barat. “Marai pas grojokane Mas (penyebabnya karena terpasang tepat di pancuran, Red),” ujar Irfan, 25, salah satu warga Desa Kranding.


Irfan menjelaskan, saat banjir berlangsung terpal langsung hanyut. Kemudian karung berisi limbah tiba-tiba mengeluarkan kepulan uap seperti yang terjadi saat pertama kali hujan. Bau menyengat juga tiba-tiba tercium oleh warga sekitar.


Sehari setelahnya, karung-karung tersebut banyak yang jebol dan limbah pun membludak keluar dari karung. Setelah kejadian tersebut, jika hujan turun dengan lebat, wilayah sekitar tanggul muncul bau menyengat lagi. Terutama di Desa Maesan.


Beruntung, hanya terpal yang hanyut. Sedangkan tumpukan karung yang dijadikan tanggul tersebut tidak ikut terbawa air. Menurut warga, mereka juga siap-siap mengungsi bila hujan sangat lebat serta potensi volume air di sungai bertambah. Karena mereka khawatir dengan anak-anak yang rumahnya berada di sekitar tanggul.


Bau dari tanggul sungai itu mulai tercium sekitar dua minggu lalu (8/12). Saat itu usai hujan bercampur angin menerjang wilayah Kecamatan Mojo. Setelah hujan yang berlangsung sekitar satu jam itu reda asap mulai terlihat dari tumpukan karung penahan tanggul. Asapnya putih pekat. Namun bila terkena air asap itu berubah warna menjadi biru. Aroma amoniak yang menyengat tercium seiring keluarnya asap tersebut.

Editor : adi nugroho
#mojo #limbah #tersangka #polisi #polres kediri kota #kota kediri