Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Teroris Nganjuk: Kabur ke Nganjuk setelah Jaringannya Tertangkap

adi nugroho • Kamis, 16 Mei 2019 | 22:15 WIB
teroris-nganjuk-kabur-ke-nganjuk-setelah-jaringannya-tertangkap
teroris-nganjuk-kabur-ke-nganjuk-setelah-jaringannya-tertangkap


Sementara itu, DY alias Bondan memiliki peran sangat besar dalam jaringan teroris Bekasi yang ditangkap Densus 88 awal Mei lalu. Dalam jaringannya, dia didapuk menjadi amir. “Tugas dia, salah satunya merekrut anggota baru,” ujar sumber koran ini.


Masih menurut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu, DY datang ke rumah mertuanya di Desa Baleturi, Prambon setelah jaringannya ditangkap oleh tim densus. Berdasar interogasi yang dilakukan sejak Selasa (14/5) malam lalu, DY belum memiliki jaringan di Nganjuk. “Belum sempat merekrut di Nganjuk. Dia melarikan diri ke sini,” lanjutnya.


Dalam pemeriksaan kemarin, menurut sumber tersebut, tim densus berusaha mengembangkan keterkaitan DY dengan jaringan teroris lainnya di Jatim. “Ternyata terpisah. Tidak ada kaitannya dengan jaringan Jatim. Dia jaringan Bekasi,” terangnya sembari menyebut DY langsung dibawa ke Jakarta oleh tim densus tadi malam.


Untuk diketahui, dalam penggeledahan di rumah Siti Asmonah kemarin polisi sama sekali tidak mendapati dokumen terkait terorisme di sana. Sebab, selama ini DY memang menyimpan dokumen di Bekasi, Jawa Barat. Selebihnya, dia berkomunikasi dengan jaringannya melalui media sosial. “Tidak ada dokumen,” tegas sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu.


Sementara itu, penangkapan DY Selasa malam lalu langsung membuat Siti Asmonah, 38, istri DY,  jadi perhatian. Di lingkungannya, perempuan yang awalnya dikenal periang dan ramah itu berubah drastis sejak menikah dengan DY.


Perempuan yang telah tiga kali menikah itu menjadi pribadi yang tertutup. “Dulu orangnya tidak tertutup seperti sekarang,” ujar Lestari, 46, tetangga Siti.


Tidak hanya perilakunya yang tertutup, pakaian Siti juga berbeda. Stelah setahun pulang ke rumah orang tuanya, dia menggunakan cadar. Baju dan kaus ketat yang biasa dipakai, ditanggalkan. Selebihnya, perempuan yang sebelumnya bekerja di luar negeri itu juga jarang bergaul dengan tetangganya.



Terpisah, Imam Syafi’i, 30, tetangga Siti lainnya menambahkan, selama ini Siti dikenal sering berganti suami. Sebelum dengan DY, dia sudah dua kali menikah. “Menikahnya tidak pernah di sini,” ungkap Syafi’i.



Sementara itu, Kepala Dusun Tunggulrejo, Desa Baleturi, Prambon Rohmat mengatakan, status Siti di data kependudukan masih belum menikah. "Di data desa statusnya memang belum menikah," tandasnya.



Hubungan Siti dengan DY juga tidak diketahui oleh perangkat desa. Sebab, sejak pulang ke desanya selama setahun terakhir, dia menjadi pribadi yang tertutup.



Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk