Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tabrak Truk TNI, Sopir Pikap Tewas

adi nugroho • Rabu, 17 Oktober 2018 | 22:49 WIB
tabrak-truk-tni-sopir-pikap-tewas
tabrak-truk-tni-sopir-pikap-tewas

KEDIRI KABUPATEN - Kecelakaan maut melibatkan truk TNI dengan pikap, pagi kemarin, terjadi di Jalan Raya Kediri-Blitar. Tepatnya di Dusun Sawung Bedug, Desa Blabak, Kecamatan Kandat. Akibat tabrakan ini, Yasmu’in, 49, sopir pikap Suzuki AG 8610 GE tergencet di kabin kemudi.



Pria asal Dusun Kedungmacan, Desa Kesamben, Peterongan, Jombang tersebut meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, Rifai, 35, kernetnya, selamat. Namun, pemuda Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo itu mengalami patah tulang kaki kiri.



Sedangkan, Suhermanto, 49, pengemudi truk TNI Nopol 9116/III terluka di bagian mata kanan lantaran terkena serpihan kaca. Warga Desa/Kecamatan Tumpang, Malang ini segera dibawa ke RSUD Gambiran II Kediri. Begitu pula Rifai. “Kasusnya kini dalam penyelidikan Satlantas Polres Kediri bersama Sub Denpom TNI Kediri,” ujar Kasatlantas Polres Kediri AKP Ris Andrian Yudho Nugroho.



Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kediri menyebut, peristiwanya terjadi sekitar pukul 04.10. Pagi itu, iring-iringan tiga truk TNI bermuatan amunisi sedang melaju dari arah selatan (Kandat) menuju Kediri Kota. Perjalanan aman dan lancar. Apalagi, situasi jalan jalur Kediri-Blitar itu belum terlalu ramai.



Di sisi lain, dari arah berlawanan melaju pikap yang mengangkut kandang ayam dari bambu dikemudi Mu’in. Dia bersama kernetnya, Rifai. Semula mobil berjalan stabil. Namun, sampai di Jalan Raya Blabak, Kandat tiba-tiba pikap oleng. Lokasinya tepat di sekitar 50 meter dari utara kuburan Sawung Bedug.



Kendaraan tersebut mendadak melaju tak terkendali. Pikap melaju menyerong ke kanan hingga melewati markah jalan. Diduga Mu’in mengantuk ketika mengemudi. Celakanya, saat pikapnya oleng, truk TNI 9116/III yang dikemudi Suhermanto dari arah berlawanan melaju dengan kencang. “Tanpa diduga dari arah berlawanan melaju truk TNI,” kata Andrian.



Karena jarak sudah sangat dekat, tabrakan tak terhindarkan. Padahal truk sudah mengerem. Bekas pengeremen terlihat di jalan aspal. Imbas tabrakan, bagian depan pikap ringsek. Sementara bemper kanan depan truk pun penyok. Kacanya pecah. Lantaran benturan keras, Mu’in terjepit di kabin kemudi. Begitu pula Rifai. Suhermanto yang menyetir truk pun terluka terkena pecahan kaca.



Suara benturan keras kecelakaan itu menarik perhatian warga sekitar TKP. Mereka pun menghambur ke lokasi kejadian. Sebagian langsung menghubungi polisi. Tidak lama kemudian, petuga Polsek Kandat mengamankan TKP dan mengatur arus lalu lintas yang macet.



Apalagi, proses evakuasi sopir dan kernet yang terjepit butuh waktu sekitar tiga. Pikap sempat digulingkan dan bodi depan kendaraan dipotong dengan gerinda untuk mengeluarkan pengemudi. Rifai dapat diselamatkan. Namun, Mu’in meninggal.



“Untuk penanganan lebih lanjut, kami limpahkan ke laka lantas Polres Kediri,” jelas Kasihumas Polsek Kandat Bripka Sugianto.



          Menurutnya, korban meninggal dibawa ke Klinik Kesehatan Pratama Jimbun, Kandat. Sementara, dua koran yang luka-luka dirawat di RSUD Gambiran II. Hingga kemarin, barang bukti pikap diamankan di Polsek Kandat. Sedangkan truk TNI dibawa ke Denpom TNI Kediri.



 



 



 



Editor : adi nugroho
#satlantas polres kediri