NGANJUK – Hujan disertai angin menerjang Desa Talang dan Rejoso di Kecamatan Rejoso, kemarin sore. Akibatnya, belasan rumah dan bangunan mengalami kerusakan parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Akan tetapi, angin puting beliung yang menyapu sempat membuat warga setempat panik.
Menurut Kepala Desa Talang Suparlan, angin puting beliung datang lebih dulu sekitar pukul 14.30. Angin berjalan dari timur ke barat. Namun ada juga sebaliknya. “Jadi datangnya dari dua arah,” kata Suparlan kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.
Setelah berlangsung sekitar 3 menit, hujan baru mengguyur. Saat itu, angin masih berembus sangat kencang. Akibatanya, atap asbes dan genting warga bertebangam terbawa angin. “Semua yang disapu ikut terbang. Ngeri sekali anginnya,” ungkapnya.
Karena itulah, warga akhirnya berusaha menyelamatkan diri. Mereka memilih keluar rumah. Pasalnya, warga khawatir sewaktu-waktu rumah mereka ambruk karena sapuan angin puting beliung. “Saya sembunyi di pojok. Beberapa warga teriak-teriak,” kata Suparlan.
Setelah 10 menit, kata Suparlan, angin puting beliung baru lenyap. Sementara hujan hanya berlangsung sekitar 15 menit saja. “Hujannya sebentar dan tidak terlalu deras,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, Suparlan mencatat, ada 19 rumah yang mengalami kerusakan. Rinciannya, sebanyak 4 rumah dalam kategori kerusakan berat, sementara 15 rumah rusak ringan. Jumlah itu belum termasuk kerusakan sekolah, balai desa, warung dan kandang.
Untuk yang rusak berat, atap rumah lenyap terbawa angin. Bahkan, sebagian ada yang roboh. Sementara kerusakan ringan, rata-rata atap hanya tersingkap.
Sampai kemarin, dia mengaku, belum bisa mengkalkulasi total kerugian kerusakan. Namun diperkirakan, untuk kerusakan ringan, kerugiannya berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Sedangkan kerusakan berat sekitar Rp 10 juta sampai Rp 30 juta.
Setelah peristiwa tersebut, perangkat desa langsung bergerak cepat. Dibantu petugas TNI, polisi dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, mereka melakukan evakuasi. “Yang rusak ringan sudah beres semua. Tinggal perbaikan kerusakan berat,” ucap Suparlan.
Selain di Desa Talang, angin puting beliung juga menerjang Desa Rejoso. Ada satu rumah dan kantor asisten perhutani (Asper) yang rusak. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk Soekojono, data sementara hanya dua desa yang terkena angin puting beliung. “Di Talang dan Rejoso saja,” kata Soeko.
Hingga pukul 17.30 kemarin sore, dia mengungkapkan, belum ada laporan korban akibat puting beliung. Data BPBD menyebut, ada 14 bangunan dan rumah yang mengalami kerusakan. Kerugiannya ada yang Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. “Tergantung kerusakannya,” ungkapnya.
Sebanyak 14 rumah bedasar data BPBD yang mengalami kerusakan itu terjadi di dua desa. Untuk di Desa Talang, atap rumah warga yang disapu puting beliung adalah milik Jumiati, Sutaji, Karim, Sumanto, Previ, Yemi, Sukadi, Musini, Sukarjo, Suwanti, Toni, Yanto, Ervan dan Suparlan. Sedangkan di Desa/Kecamatan Rejoso hanya Sumardi yang mengalami kerusakan.
Atas peristiwa itu, Soeko mengingatkan agar warga berhati-hati. Apalagi kemarin sekitar pukul 16.30, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi kelas I Juanda Surabaya sudah memberi peringatan. BMKG menyebutkan potensi hujan disertai petir masih akan terjadi di Kecamatan Rejoso dan kawasan Nganjuk bagian utara.
Editor : adi nugroho