Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penghuni Panti Rehabilitasi ODGJ Tewas

adi nugroho • Rabu, 1 November 2017 | 20:01 WIB
penghuni-panti-rehabilitasi-odgj-tewas
penghuni-panti-rehabilitasi-odgj-tewas


KEDIRI KABUPATEN - Panti Rehabilitasi Sosial Eks-Psikotik Kediri heboh kemarin siang. Seorang penghuninya, Dwi Arta Aji, 22, ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Lelaki yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Prigi, Watulimo, Trenggalek, itu meninggal dalam kondisi tak mengenakan baju.


Polisi menduga meninggalnya Dwi akibat pembunuhan. Karena itu polisi segera mengamankan seorang OGDJ penghuni panti tersebut. Yaitu Pranoto, 49. Warga asal Sumberagung, Rejotangan, Tulungagung ini selama ini dikenal sebagai teman karib korban.


"Antara P (Pranoto) dengan korban ini sangat dekat. Kalau korban kehabisan uang juga biasa meminta ke P," ujar Kasihumas Polsek Kras Aiptu Arisanto.


Faktor kedekatan itulah yang mengarahkan kecurigaan polisi pada Pranoto. Terlebih polisi juga mendapat informasi bila satu hari sebelumnya kedua orang itu terlihat bersama.  Karena itu petugas pun langsung mengamankan Pranoto. Namun, Arisanto mengaku belum meminta keterangan dari Pranoto. Setelah diamankan Pranoto langsung dilimpahkan ke tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Kediri.


Informasinya, Pranoto dibawa ke psikiater Rumah Sakit Jiwa  Dr Radjiman, Lawang, Kabupaten Malang. Sebab, polisi sulit meminta keterangan dari Pranoto. Maklum, terduga pembunuh itu mengalami gangguan jiwa. Sehingga emosinya pun tidak stabil. Karena itu hingga kemarin belum diketahui secara pasti terkait motif  Pranoto tega menghabisi nyawa sahabatnya sendiri.


Kasus pembunuhan itu pertama kali diketahui oleh seorang penghuni UPT milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tersebut, Aneke Putri, 30. Saat itu saksi melintas di depan kamar korban. Aneke melihat korban telentang di kamarnya. Hanya menggunakan celana pendek.


Melihat itu Aneke berinisiatif menyapa. Namun setelah dipanggil beberapa kali Dwi tidak merespon. Curiga, Aneke pun langsung masuk ke dalam kamar. 


"Saat itu saksi melihat korban sudah tidak bernyawa," ujar Arisanto.


Sepintas, terlihat luka  lebam di wajah Dwi. Tidak hanya itu, ada luka sayatan di kaki dan lengan kanan pengidap gangguan jiwa tersebut.


Melihat kondisi ini, Aneke pun langsung menemui pegawai UPT untuk melaporkan apa yang dilihatnya. Mendengar cerita Aneke, tiga petugas,  Ahmad Fauzi, 40, Taufiq Wahyu, 29, dan Susmita Ayu, 25, langsung bergegas ke kamar korban. Setelah dicek, Dwi memang sudah tidak bernyawa.


Melihat kondisi tersebut, petugas UPT melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kras.


Polisi segera datang ke lokasi. Serta melakukan olah TKP. Dari olah  TKP itu petugas menemukan sejumlah benda. Di antaranya potongan batako yang di permukaannya terdapat bercak darah yang mengering.


Tak hanya itu, petugas juga menemukan satu gunting dan pisau di dalam kamar Dwi. Kondisinya sama, di permukaannya juga terdapat noda darah. "Barang barang itu pun kami amankan sebagai bukti," ujar Arisanto.


Melihat itu, tentu petugas langsung menyimpulkan jika Dwi adalah korban pembunuhan. "Kami pun langsung meminta keterangan para penghuni dan petugas yang ada di sana," ujar Arisanto.


Setelah dilakukan olah TKP, jenazah Pranoto langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri. Namun, hingga kemarin malam sekitar pukul 18.30, jenazahnya masih belum diotopsi.

Editor : adi nugroho
#tewas