NGANJUK-Para orang tua agaknya harus berpikir ulang sebelum mengizinkan anaknya mengendarai sepeda motor. Pasalnya, kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar masih relatif tinggi. Dalam seminggu terakhir ada enam pelajar yang mengalami kecelakaan.
Data dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Nganjuk menyebutkan, sejak Jumat (15/9) hingga Jumat (22/9) kemarin total ada 14 kasus kecelakaan. “Total ada 28 orang yang terlibat kecelakaan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk Iptu Roni Andreas.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 persen orang yang terlibat merupakan anak dibawah umur. Jumlahnya ada sepuluh anak di bawah umur. Enam di antaranya berstatus pelajar.
Terkait kecelakaan yang melibatkan pelajar, menurut Roni ada banyak faktor yang menyebabkannya. Salah satunya, pelajar atau anak di bawah umur emosinya belum stabil. “Mereka juga belum punya SIM (surat izin mengemudi, Red),” lanjut Roni.
Untuk diketahui, sepuluh anak di bawah umur yang terlibat kecelakaan, salah satunya terjadi Rabu (20/9) lalu. Adalah Edo Kurniawan, 14 yang menjadi korbannya. Pemuda asal Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot itu bertabrakan dengan Suwanto, 38, yang tinggal satu desa.
Kecelakaan terjadi pukul 20.00 di Desa Cengkok, Ngronggot. Edo yang mengendarai motor Suzuki Satria bertabrakan dengan Suwanto yang naik sepeda pancal. Karena kurang waspada, Edo menabrak Suwanto.
Edo yang mengendarai motor bernopol AG 2498 GQ terjatuh di aspal. Demikian juga Suwanto. Akibat benturan yang lumayan keras, Edo mengalami luka memar di kaki kirinya. Sedangkan Suwanto mengalami luka di pelipis, kepala dan kaki.
Akibat lukanya, Suwanto harus dilarikan ke RS Muhammadiyah Kediri. “Kedaraan bermotor maupun sepeda pancal masih kami amankan sebagai barang bukti,” terang Roni tentang kecelakaan yang melibatkan pelajar itu.
Editor : adi nugroho