Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satpol Jaring Punk, Ada yang Hamil 5 Bulan

adi nugroho • Rabu, 2 Agustus 2017 | 17:00 WIB
satpol-jaring-punk-ada-yang-hamil-5-bulan
satpol-jaring-punk-ada-yang-hamil-5-bulan



KEDIRI KABUPATEN – Wajah De, 16, pucat. Gadis belia asal Sragen, Jawa Tengah itu juga memegangi perutnya yang buncit. Hal itu membuat curiga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri yang tengah melakukan pendataan identitas anak-anak punk yang terazia kemarin.


Dan, De pun akhirnya mengaku. Dia sedang hamil. Usia kandungannya sudah lima bulan!


“Anak ini nekat sekali. Padahal sedang hamil, tetap saja berkeliaran. Rumahnya Sragen pula,” ujar Kabid Perda Satpol PP Susanto sembari geleng kepala.


De mengaku sudah bersuami. Suaminya juga ikut terjaring dalam razia yang dilakukan satpol itu. De mengatakan dia berangkat dari Sragen bersama suaminya yang bernama Ad, 17. Namun ketika didesak agar menunjukkan bukti keduanya suami istri, dua anak punk itu tak bisa membuktikan. Hanya, kepada petugas Ad ngotot telah menikah dengan De.


“Kami sudah dua tahun menikah. Kalau tidak percaya ayo ke rumah saya. Kami nikah di Ambarawa,” kilah Ad yang wajahnya penuh tato itu.


Berdasar pengakuan De, mereka berangkat bersama teman-temannya dari Sragen empat hari yang lalu (29/7). Setelah menonton konser musik di Sragen mereka memutuskan pergi ke Tulungagung. Tujuannya untuk datang ke rumah temannya. Sebelum sampai Tulungagung itu mereka keburu terjaring satpol PP.


Para anak punk tersebut melakukan perjalanan dengan nebeng kendaraan yang melintas dan sejalur dengan tujuan mereka. “Ya nggandol (nebeng, Red) mobil atau truk. Dari Sragen sana,” kata De polos.


Bagaimana dengan kondisi kehamilannya saat nggandol kendaraan? De mengaku kondisi kehamilannya biasa saja. Tidak ada masalah ketika menumpang mobil bak terbuka. Dia tidak pernah merasakan sakit perut. Hanya, saat terazia kemarin dia mengaku sedikit pusing.


Memang, saat di kantor Dinas Sosial (Dinsos), wajah De terlihat pucat. Kondisinya juga lemas. Kepala selalu direbahkan di meja saat petugas melakukan pendataan.


Razia yang dilakukan satpol PP berlangsung kemarin siang. Para anak punk tersebut saat itu tengah bergerombol pinggir perempatan Bogo, Plemahan. Jumlahnya tujuh anak.


Menurut Susanto, operasi kemarin memang menyasar ke lokasi-lokasi yang selama ini kerap dijadikan tempat nongkrong anak punk.  Selama ini, menurut Santo, pihaknya sering mendapat keluhan dari warga. Karena anak punk sering bersikap yang meresahkan warga.


Selain menangkap tiga anak punk dari Sragen, di perempatan Bogo itu petugas juga menangkap dua anak punk dari Papar, satu dari Jombang, dan satu dari Kalimantan.


“Memang sudah kami pantau beberapa hari ini. Kami dapati mereka langsung kami tangkap,” ujarnya.


Setelah dilakukan penangkapan, para anak punk ini langsung dinaikkan ke kendaraan petugas. Setelah itu diserahkan ke Dinsos untuk dilakukan dilakukan pendataan. Setelah itu, Dinsos akan melakukan pembinaan terhadap anak-anak punk tersebut.


Kepala Dinsos Sugeng Waluyo saat ditemui di ruang pembinaan merangkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinsos Sragen. Setelah mengetahui ada satu anak punk yang mengalami kehamilan. Pihak Dinsos mengupayakan agar De bisa diantar sampai rumahnya. Hal ini dilakukan juga untuk memperingatkan orang tua agar tidak membolehkan De keluyuran saat mengandung bayi.


“Sudah kami kordinasikan. Kini masih kami bina terlebih dahulu,” tegas Sugeng.


 

Editor : adi nugroho