JP Radar Kediri – Parfum adalah ekspresi pribadi yang tak tergantikan. Satu semprotan saja bisa membangkitkan kepercayaan diri, membangun kesan pertama, bahkan menghadirkan kenangan.
Namun, pernahkah kamu merasa bahwa parfum favoritmu tiba-tiba tak lagi tercium seperti biasanya?
Mungkin aromanya terasa lebih tajam, lebih lemah, atau bahkan berbeda sama sekali.
Jika kamu mengalaminya, jangan buru-buru menyalahkan hidungmu, bisa jadi memang ada penyebab di balik perubahan aroma tersebut.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan perubahan aroma parfum adalah proses oksidasi.
Saat botol parfum sering terbuka atau tidak tertutup rapat, udara masuk dan mulai bereaksi dengan kandungan di dalamnya.
Komponen aromatik, terutama yang berbasis minyak esensial alami, sangat rentan terhadap oksidasi.
Reaksi ini bisa membuat aroma parfum menjadi lebih asam, menyengat, atau bahkan tengik, terutama jika sudah disimpan dalam waktu lama.
Selain itu, paparan cahaya matahari langsung juga bisa merusak struktur kimia parfum.
Botol parfum yang diletakkan di meja dekat jendela atau disimpan dalam mobil yang panas berpotensi mengalami degradasi lebih cepat.
Sinar UV dapat memecah molekul-molekul penyusun aroma, sehingga wangi yang dihasilkan pun berubah.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Aroma Parfum Tidak Tercium Orang Lain
Inilah mengapa banyak produsen parfum menggunakan botol berwarna gelap untuk membantu melindungi isinya dari cahaya berlebih.
Suhu dan kelembapan lingkungan juga memainkan peran besar. Kamar mandi, meskipun tempat umum untuk menyimpan parfum, sebenarnya bukan lokasi ideal.
Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis di ruangan ini bisa mempercepat kerusakan parfum.
Parfum yang terus-menerus mengalami pemanasan dan pendinginan akan lebih cepat mengalami perubahan aroma, karena struktur kimia dalam cairan parfum menjadi tidak stabil.
Selain faktor eksternal, umur parfum itu sendiri tak bisa diabaikan. Parfum memiliki masa simpan, umumnya antara tiga hingga lima tahun.
Semakin lama disimpan, terutama jika sudah dibuka, maka kemungkinannya untuk berubah aroma semakin besar.
Beberapa parfum akan mengalami perubahan karakter seiring waktu dari segar menjadi lebih lembut, atau dari manis menjadi lebih kering dan hangat.
Meskipun tidak selalu menjadi “buruk”, perubahan ini tetap membuat aroma tidak lagi identik seperti saat pertama kali dibeli.
Menariknya, perubahan aroma tidak selalu berasal dari parfumnya saja. Kondisi tubuh kita juga dapat memengaruhi bagaimana aroma parfum tercium.
Faktor seperti hormon, makanan yang dikonsumsi, kondisi kulit, hingga stres bisa mengubah cara parfum bereaksi di kulit.
Hal ini bisa membuat parfum yang sama tercium berbeda dari hari ke hari atau antara satu orang dengan orang lainnya.
Jika kamu ingin parfum tetap awet dan aromanya tidak berubah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Berikut adalah Kategori Parfum Berdasarkan Bau dan Awetnya
Simpan parfum di tempat sejuk, kering, dan gelap seperti lemari atau laci yang jauh dari cahaya dan panas.
Gunakan parfum secara rutin agar tidak terlalu lama disimpan, dan pastikan botol selalu tertutup rapat setelah digunakan.
Jadi, jika kamu merasa aroma parfummu berubah, itu bukan sekadar perasaan.
Ada banyak faktor yang bisa memengaruhinya, baik dari luar maupun dari dalam tubuhmu sendiri.
Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa menjaga koleksi parfummu tetap wangi dan tahan lama seperti saat pertama kali dibeli.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira