Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cara Membedakan Murai Batu Medan dan Murai Batu Nias. Jangan Salah Pilih! Selisih Harga Bisa Jutaan

Jauhar Yohanis • Rabu, 30 April 2025 | 00:43 WIB
BEDA. Walaupun sama-sama burung murai tetapi beda karakter
BEDA. Walaupun sama-sama burung murai tetapi beda karakter

JP Radar Kediri- Burung Murai Batu Medan dan Murai Batu Nias menjadi dua varian yang paling diburu oleh kolektor dan pecinta lomba kicau. Meski sekilas tampak mirip, keduanya memiliki perbedaan signifikan yang memengaruhi nilai jual, karakter suara, hingga gaya tarung di arena lomba.

Berikut ini ulasan secara mendalam perbedaan Murai Batu Medan dan Murai Batu Nias dari segi fisik, suara, karakter, habitat, hingga daya tarik di kalangan kicau mania.

  1. Asal Usul dan Habitat Alami

Murai Batu Medan berasal dari wilayah Sumatera Utara, terutama kawasan hutan di sekitar Deli Serdang, Langkat, dan sekitarnya.

Sementara itu, Murai Batu Nias berasal dari Pulau Nias, yang juga berada di provinsi Sumatera Utara, namun secara geografis terpisah sebagai pulau tersendiri di Samudera Hindia.

Kondisi habitat asli Murai Batu Medan cenderung lebih sejuk dan lembab, dengan vegetasi hutan yang lebat. Ini berpengaruh terhadap daya tahan dan karakter burung tersebut.

Di sisi lain, Murai Batu Nias hidup di lingkungan yang sedikit lebih panas dan berbatu, yang membuatnya lebih adaptif terhadap perubahan cuaca dan lingkungan.

  1. Ciri Fisik yang Membedakan

Salah satu perbedaan paling mencolok antara Murai Batu Medan dan Murai Batu Nias terletak pada tampilan fisik, terutama bagian ekor.

Murai Batu Medan dikenal dengan ekor panjang yang bisa mencapai 25 hingga 35 cm, melengkung anggun saat berkicau.

Ekor ini terdiri dari dua warna dominan. Hitam di ujung dan putih di bagian tengah.

Murai Batu Nias memiliki ekor yang lebih pendek, biasanya hanya sekitar 12 hingga 18 cm, dan seluruh bulunya berwarna hitam legam, termasuk ekornya.

Karena tidak ada kombinasi warna putih, penampilan Murai Batu Nias sering dianggap kurang mencolok dibandingkan Murai Batu Medan.

Selain ekor, bentuk kepala Murai Batu Medan cenderung lebih bulat dengan sorot mata tajam. Sementara itu, Murai Batu Nias memiliki kepala yang sedikit lebih pipih dan tubuh lebih kompak.

Baca Juga: Persiapan Murai Batu Medan Sebelum Lomba. Biar Gacor Total di Gantangan!

  1. Karakter Suara dan Gaya Berkicau

Murai Batu Medan dikenal memiliki variasi lagu yang sangat kaya, volume suara nyaring, serta cengkok yang merdu. Burung ini juga pintar menirukan suara burung lain, sehingga sering menjadi unggulan dalam lomba.

Murai Batu Nias meski tidak sevariatif Murai Medan, memiliki suara yang lebih stabil dan tembakan yang tajam.

Gaya berkicaunya lebih agresif dan konsisten, cocok untuk kontes dengan penilaian dominan pada kestabilan irama.

  1. Perilaku dan Daya Tarung di Arena Lomba

Perbedaan karakter juga terlihat dalam perilaku kedua jenis murai batu ini, terutama saat bertarung atau berlomba.

Murai Batu Medan memiliki karakter elegan namun galak saat diadu. Gaya bertarungnya dikenal dengan istilah "ngeplay". Yakni membuka ekor lebar-lebar sambil berkicau lantang. Hal ini menambah daya tarik visual saat di konteskan.

Sementara Murai Batu Nias tampil lebih garang dan agresif. Meski tidak memiliki ekor panjang, gaya tarungnya sangat dominan dan tidak mudah mundur saat dihadapkan dengan lawan.

Ini membuatnya sangat disukai oleh pecinta kicau yang mengutamakan mental tempur.

  1. Harga dan Popularitas di Pasaran

Karena keistimewaan fisik dan kualitas suaranya, Murai Batu Medan memiliki harga yang cenderung lebih tinggi di pasaran.

Anakan Murai Medan bisa dibanderol mulai dari Rp3 juta hingga puluhan juta rupiah untuk yang sudah prestasi.

Popularitasnya juga sangat tinggi, menjadikannya burung "primadona" dalam dunia kicau.

Sebaliknya, Murai Batu Nias dihargai lebih rendah, mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta tergantung kualitas.

Namun, performa dan ketangguhannya dalam arena menjadikannya favorit alternatif yang layak dipertimbangkan, terutama bagi pemula atau pehobi dengan anggaran terbatas.(***)

Editor : Jauhar Yohanis
#Murai Batu Medan #Gacor #harga burung murai #nias