Ular Kukri, Si Kecil Berpredikat Pemilik "Gigi Pisau"

Nakula Agi Sada • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 21:24 WIB
Ular kukri
Ular kukri

JP Radar Kediri- Pernahkah kamu mendengar nama ular kukri? Bagi sebagian pecinta reptil, nama ini mungkin sudah tak asing lagi.

Namun, bagi masyarakat awam, jenis ular satu ini sering kali tertukar dengan ular berbisa mematikan lainnya karena corak dan perilaku pertahanannya yang cukup agresif saat merasa terancam.

Sebenarnya, nama "kukri" sendiri diambil dari sebutan pisau tradisional khas Nepal yang terkenal dengan bentuk melengkung dan sangat tajam.

Penamaan ini bukan tanpa alasan, melainkan merujuk langsung pada struktur gigi belakang ular tersebut yang pipih, tajam, dan melengkung ke dalam, sangat mirip dengan bentuk senjata tajam tersebut.

Secara klasifikasi ilmiah, ular kukri tergolong dalam genus Oligodon. Genus ini mencakup puluhan spesies yang tersebar luas di kawasan Asia, termasuk di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ular Weling Gunung: Si Merah Hitam Berbisa dari Hutan Dataran Tinggi

Meski ukurannya tergolong kecil hingga sedang, keberadaannya di sekitar pemukiman sering kali membuat orang salah paham dan panik.

Bicara soal bahaya, apakah ular kukri termasuk ular berbisa tinggi? Jawabannya adalah tidak. Mayoritas spesies ular kukri tidak berbisa (non-venomous) atau hanya memiliki bisa sangat lemah yang tidak membahayakan nyawa manusia. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan efek racun sistemik jika bertemu dengan ular ini.

Namun, bukan berarti kamu bisa meremehkannya begitu saja. Walau tak memiliki bisa mematikan, serangan atau gigitan ular kukri terkenal cukup menyakitkan.

Bentuk giginya yang mirip pisau sanggup merobek kulit manusia dengan mudah, sehingga luka gigitannya sering kali mengeluarkan banyak darah dan butuh waktu lama untuk pulih.

Mengapa mereka memiliki bentuk gigi yang begitu unik dan ekstrem? Jawabannya berkaitan erat dengan pola makan atau diet utama mereka di alam liar.

Gigi tajam tersebut berfungsi seperti alat bedah alami untuk merobek dan memotong makanan favorit mereka sebelum ditelan.

Ular kukri adalah spesialis pemangsa telur, terutama telur reptil lain seperti penyu atau kadal, serta telur burung.

Giginya digunakan untuk mengoyak cangkang telur yang keras agar isinya lebih mudah dicerna. Selain telur, mereka juga memangsa katak, kadal kecil, dan mamalia berukuran kecil.

Secara fisik, ular kukri umumnya memiliki panjang tubuh berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter saja. Warna dan corak tubuhnya sangat bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Ada yang berwarna cokelat keabu-abuan, memiliki pola belang-belang, hingga garis-garis membujur yang tampak rapi di sepanjang punggungnya.

Baca Juga: Semua Perlu Tahu, Ini Perbedaan Ular Weling dan Welang

Salah satu ciri khas utama yang sering membantu proses identifikasi adalah keberadaan pola berbentuk huruf "V" atau sudut tajam di bagian atas kepala dan lehernya.

Pola gelap ini kerap membuat orang awam mengiranya sebagai ular berbisa tinggi seperti ular cabai atau jenis ular beludak tertentu.

Dari segi perilaku, ular kukri lebih aktif berburu di malam hari atau bersifat nokturnal. Pada siang hari, mereka biasanya memilih bersembunyi di bawah tumpukan daun kering, sela-sela batu, kayu lapuk, atau dalam lubang tanah untuk menghindari terik matahari dan ancaman predator.

Di Indonesia sendiri, kita bisa menemukan beberapa jenis ular kukri yang cukup populer. Salah satunya adalah ular kukri garis (Oligodon octolineatus) yang memiliki garis-garis khas di tubuhnya, serta ular kukri cokelat atau ungu (Oligodon purpurascens) yang sering dijumpai di kawasan hutan maupun area perkebunan.

Jika suatu hari kamu tidak sengaja bertemu ular kukri di sekitar rumah, langkah terbaik adalah tidak langsung membunuhnya.

Cukup jaga jarak aman dan halau ular tersebut menggunakan kayu panjang atau sapu agar pergi. Kehadiran mereka di alam sebenarnya sangat membantu mengontrol populasi hama dan menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Editor : Andhika Attar Anindita
kukri tidakberacun ular