Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Kunci Jalak Suren Bisa Semakin Gacor, Sering-Sering Mandi!

Nakula Agi Sada • Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:55 WIB
Ilustrasi jalak suren mandi.
Ilustrasi jalak suren mandi.

 Bagi Anda yang memelihara jalak suren di rumah, pasti sudah tidak asing lagi dengan pemandangan burung satu ini yang hobi banget main air. Baru saja cepuk minumnya diisi penuh, eh, sedetik kemudian langsung dipakai buat nyebur sampai airnya kuah kemana-mana. Karakteristiknya yang super aktif dan doyan basah-basahan ini memang menjadi salah satu ciri khas yang bikin jalak suren punya tempat tersendiri di hati para kicau mania.

Baca Juga: Biar Jalak Suren Nggak Cuma Gacor, Tapi Juga Kaya Variasi!
Kebiasaan gemar mandi ini sebenarnya bukan tanpa alasan atau sekadar main-main belaka. Di habitat aslinya, burung yang punya corak hitam-putih elegan ini memang sangat suka mencari makan di dekat sumber air atau area yang lembap. Jadi, ketika mereka melihat air yang jernih di dalam sangkar, insting alaminya langsung bergejolak untuk segera membasahi tubuhnya agar merasa lebih nyaman.
Selain karena faktor insting, aktivitas mandi ini punya pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan fisik si burung. Air yang membasahi seluruh tubuh jalak suren berfungsi efektif untuk merontokkan debu, kotoran, hingga kutu-kutu kecil yang bersembunyi di balik bulunya. Kalau bulunya bersih, jalak suren pasti terhindar dari penyakit kulit dan penampilannya pun bakal terlihat jauh lebih rapi serta mengkilap.
Manfaat penting lainnya dari ritual mandi ini adalah untuk menjaga stabilitas emosi dan birahi si burung. Jalak suren dikenal sebagai burung yang memiliki karakter cukup temperamental dan mudah sekali naik birahinya kalau salah setingan pakan. Nah, mandi dengan air dingin secara rutin inilah yang menjadi "rem" alami untuk meredam emosinya yang meluap-luap agar burung tetap tenang dan tidak stres.

Baca Juga: 7 Cara Membedakan Jalak Suren Jantan dan Betina dengan Mudah, Pemula Wajib Tahu!
Menariknya lagi, sebagian besar penghobi burung sepakat bahwa jalak suren yang rajin mandi cenderung jauh lebih rajin berkicau alias gacor. Coba deh perhatikan, setelah puas basah-basahan dan bulunya mulai mengering, mereka biasanya akan langsung mengeluarkan suara isiannya yang lantang dan bervariasi. Sensasi segar setelah mandi seolah menjadi energi tambahan bagi mereka untuk pamer suara terbaiknya.
Untuk mendukung hobinya ini, Anda sebagai pemilik tentu perlu memfasilitasinya dengan cara yang tepat dan aman. Sangat disarankan untuk mulai membiasakan jalak suren mandi di dalam karamba atau bak mandi khusus, bukan sekadar di cepuk minum kecil. Membiarkan mereka leluasa mengepakkan sayap di wadah yang luas akan membuat proses mandinya menjadi jauh lebih maksimal dan memuaskan bagi si burung.
Bicara soal waktu yang pas, memandikan jalak suren sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca dan konsistensi jadwal harian Anda. Waktu paling ideal adalah di pagi hari, sekitar jam tujuh sampai jam sembilan pagi, tepat sebelum burung mendapatkan sesi penjemuran di bawah sinar matahari hangat. Mandi pagi ini sangat bagus untuk menyegarkan sistem metabolisme tubuh mereka setelah semalaman beristirahat.

Baca Juga: Mengenal Jalak Eropa, Si Kecil Berbakat yang Punya Kemampuan Meniru Tak Terbatas
Namun, tidak ada salahnya juga jika sesekali Anda memberikan sesi mandi di sore hari, terutama saat cuaca di luar rumah sedang terasa sangat gerah. Mandi sore bisa membantu menurunkan suhu tubuh jalak suren yang kepanasan sehingga mereka bisa tidur dengan lebih nyenyak di malam hari. Kuncinya adalah pastikan bulunya sudah benar-benar kering sebelum Anda menutup sangkarnya dengan kain krodong.
Satu hal krusial yang sering kali terlewat oleh para pemilik adalah kebersihan air yang digunakan untuk mandi. Karena jalak suren sering kali minum dari wadah yang sama tempat mereka bermain air, pastikan air yang Anda sediakan adalah air yang bersih dan bebas kaporit. Jangan biarkan mereka mandi di air yang sudah keruh atau bercampur kotoran karena hal itu justru bisa mengundang bakteri penyakit.
Selama proses mandi berlangsung, Anda juga bisa memanfaatkan momen ini untuk membangun kemistri atau kedekatan dengan burung peliharaan Anda. Jalak suren yang sering berinteraksi dengan pemiliknya saat mandi, misalnya dengan disemprot halus menggunakan spray, biasanya akan tumbuh menjadi burung yang lebih jinak. Mereka tidak akan mudah kagetan atau ketakutan saat didekati oleh manusia di sekitar sangkarnya.

Baca Juga: Delapan Jenis Burung Jalak yang Ada Di Indonesia
Setelah selesai mandi, jangan langsung menjemur jalak suren di bawah terik matahari yang terlalu menyengat, ya. Biarkan burung diangin-anginkan terlebih dahulu di tempat yang teduh selama beberapa menit agar air di bulunya sedikit berkurang secara alami. Langkah ini penting untuk mencegah bulu burung menjadi rusak atau pecah-pecah akibat perubahan suhu yang terlalu drastis.
Merawat jalak suren memang membutuhkan kesabaran, tetapi melihat mereka tumbuh sehat dan rajin berkicau tentu menjadi kepuasan tersendiri yang tidak ternilai. Dengan memahami hobi mandinya dan memberikan perawatan yang konsisten, Anda tidak hanya menjaga kesehatannya tetap prima, tetapi juga memastikan rumah Anda selalu ramai oleh kicauan merdunya setiap hari. (*)

Editor : Mahfud
#mandi #Gacor #jalak suren #burung jalak #burung