Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Punya Bulu Warna-Warni Bak Pelangi, Inilah European Bee Eater: Si Pemburu Cantik yang Paling Fotogenik di Langit

Nakula Agi Sada • Minggu, 25 Januari 2026 | 05:43 WIB

Burung European bee-eater
Burung European bee-eater

JP Radar Kediri- Pernahkah Anda melihat burung yang warnanya tampak seperti tumpahan cat pelangi di langit biru? Jika iya, mungkin Anda sedang beruntung berpapasan dengan European Bee Eater. Burung ini bukan sekadar unggas biasa; ia adalah salah satu makhluk paling fotogenik yang pernah diciptakan alam dengan kombinasi warna yang nyaris mustahil.

Sesuai namanya, burung ini adalah penguasa udara yang sangat mahir menangkap serangga, terutama lebah dan tawon. Jangan tertipu dengan tampilannya yang cantik nan anggun, karena di balik itu, ia adalah predator udara yang sangat presisi dan tangguh saat sedang berburu makanannya.

Baca Juga: Bikin Iri! Rahasia Rambut 'Blonde' Woodpecker yang Selalu On-Point, Ternyata Bukan Hasil Perawatan Salon

Daya tarik utamanya jelas terletak pada bulunya. Bayangkan, ada warna cokelat kemerahan di punggung, kuning cerah di tenggorokan, serta biru kehijauan di bagian perut. Semua warna itu menyatu dengan garis hitam elegan di sekitar matanya yang membuatnya tampak seperti memakai kacamata hitam keren.

Meski namanya menyandang kata "European", burung ini sebenarnya adalah burung migran yang kerap pengembara lintas benua. Mereka berkembang biak di Eropa Selatan dan sebagian Asia, namun saat musim dingin tiba, mereka akan melakukan perjalanan luar biasa menuju Afrika untuk mencari kehangatan.

Baca Juga: Kroto, Superfood Favorit Burung Kicau, tapi Ada Aturannya

Migrasi mereka bukan sekadar perjalanan singkat, melainkan sebuah epik perjuangan menyeberangi lautan dan gurun pasir yang luas. Mereka terbang dalam kelompok besar, seringkali sambil berkicau dengan suara khas yang terdengar seperti "pruup.. pruup.." yang sangat menenangkan bagi para pengamat burung.

Salah satu kemampuan yang paling mengagumkan dari Bee-Eater adalah cara mereka mengolah makanan. Jika mereka menangkap serangga yang menyengat seperti lebah, mereka tidak langsung menelannya. Ada prosedur keamanan yang harus mereka lakukan terlebih dahulu agar tidak terluka.

Baca Juga: Proses Trucukan Balik Gacor Setelah Pindah Kurungan

Burung ini akan membawa mangsanya ke dahan pohon, lalu memukulkan kepala lebah ke kayu berkali-kali. Setelah itu, mereka menggosokkan bagian ekor lebah ke dahan untuk mengeluarkan sengat dan racunnya. Barulah setelah dipastikan aman, lebah tersebut ditelan dengan lahap.

Dalam hal urusan asmara dan keluarga, European Bee-Eater adalah tipe burung yang sangat sosial. Mereka tidak bersarang sendirian di atas pohon seperti kebanyakan burung, melainkan membentuk koloni besar di tebing-tebing tanah atau pasir yang vertikal.

Baca Juga: Mix Jangkrik + Kroto, Kombinasi Rahasia Biar Burung Makin Gacor

Mereka adalah arsitek yang handal. Sepasang burung akan bekerja sama menggali lubang panjang di dinding tanah, yang bisa mencapai kedalaman satu hingga dua meter. Di ujung terowongan itulah, mereka meletakkan telur-telurnya dengan aman dari jangkauan pemangsa.

Menariknya lagi, mereka punya sistem "gotong royong" yang unik dalam membesarkan anak. Terkadang, ada burung dewasa lain yang tidak berkembang biak ikut membantu pasangan induk untuk memberi makan anak-anak mereka. Benar-benar sebuah sistem kekeluargaan yang patut dicontoh.

Baca Juga: 5 Tanaman Indoor Terbaik untuk Pemula dan Cara Merawatnya

Bagi para petani atau peternak lebah, kehadiran mereka seringkali menimbulkan perasaan dilema. Di satu sisi, mereka membantu mengontrol populasi serangga hama, namun di sisi lain, mereka juga suka mencicipi lebah madu yang sedang bekerja mengumpulkan nektar.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa dampak mereka terhadap peternakan lebah sebenarnya sangat kecil. Mereka lebih suka berburu serangga yang terbang tinggi dan tidak hanya terpaku pada satu jenis makanan saja, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga: Bukan Emprit atau Kenari, Iniah Indigo Village yang Sudah Muncul di Kios Burung Nganjuk

Saat ini, tantangan terbesar bagi European Bee-Eater adalah perubahan iklim dan penggunaan pestisida yang berlebihan. Karena mereka bergantung sepenuhnya pada serangga, berkurangnya jumlah serangga di alam tentu akan mengancam kelangsungan hidup mereka di masa depan.

Bagi Anda yang hobi fotografi, memotret burung ini adalah sebuah tantangan sekaligus kepuasan tersendiri. Gerakannya yang sangat cepat saat bermanuver di udara membutuhkan kesabaran ekstra dan lensa yang mumpuni untuk menangkap detail keindahan bulunya.

Baca Juga: Cara Merawat Kenari di Musim Penghujan, Tetap Sehat, Tetap Gacor, Tanpa Drama

Melihat mereka terbang bebas di atas padang rumput memberikan kita pengingat bahwa alam punya cara sendiri untuk merayakan warna. Kehadiran mereka membawa keceriaan bagi siapa saja yang bersedia meluangkan waktu sejenak untuk menatap ke arah langit.

Setiap kali musim migrasi tiba, para pecinta burung di seluruh dunia selalu menanti dengan antusias. Kedatangan mereka dianggap sebagai pertanda bahwa musim semi telah benar-benar tiba, membawa harapan baru dan kehidupan yang lebih berwarna bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Vitamin Ampuh Bikin Trucukan Tetap Gacor di Musim Hujan

Itulah sedikit cerita tentang European Bee-Eater, si pemburu lebah yang penuh warna. Semoga dengan mengenal mereka lebih dekat, kita semakin peduli untuk menjaga keasrian lingkungan agar keindahan seperti ini tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : rekian
#Fotogenik #migrasi #lintas benua #European Bee Eater #burung migran #penghobi burung