Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ampas kopi mengandung nitrogen. Salah satu unsur penting yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan daun dan batang.
Sayangnya, jika digunakan langsung tanpa pengolahan, kandungan nitrogen itu justru belum bisa diserap dengan baik oleh tanaman.
Cara terbaik menggunakan ampas kopi adalah dengan mengomposkannya terlebih dahulu. Saat diolah bersama bahan organik lain seperti daun kering dan sisa sayur. Ampas kopi akan terurai menjadi pupuk alami yang kaya nutrisi.
Selain dikomposkan, ampas kopi juga bisa dijadikan pupuk cair alami. Caranya, campurkan dua cangkir ampas kopi ke dalam satu ember air dan diamkan semalaman. Air rendaman itu bisa digunakan untuk menyiram tanaman keesokan harinya.
Pupuk cair dari ampas kopi membantu menambah nutrisi tanpa membuat tanah terlalu asam. Sebab, ampas kopi bekas memiliki pH netral, sekitar 6,5.
Beberapa tanaman yang cocok dengan pupuk ini antara lain tomat, kubis, jagung, mawar, kedelai, dan kamelia.
Selain menambah nutrisi, ampas kopi segar juga membantu menekan pertumbuhan gulma dan mencegah jamur penyebab penyakit di tanah.
Manfaat lain dari ampas kopi adalah sebagai pengusir hama alami. Kafein yang terkandung di dalamnya tidak disukai oleh siput dan bekicot.
Ampas kopi juga bisa mencegah kucing buang air di kebun, serta menjadi makanan favorit cacing kompos yang mempercepat proses penguraian.
Dengan pengolahan yang tepat, ampas kopi tidak lagi menjadi limbah sia-sia. Sisa seduhan pagi bisa diubah menjadi sumber nutrisi alami yang menyehatkan tanaman sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Artikel ini ditulis oleh Widia Isnaini Rochmatun Nikmah Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian