Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fakta Burung Maleo yang Jarang Diketahui Orang

Nakula Agi Sada • Jumat, 8 Agustus 2025 | 03:00 WIB
Burung maleo
Burung maleo

Burung maleo memang gak sepopuler burung cendrawasih atau elang Jawa. Tapi jangan salah — burung endemik Sulawesi ini menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui orang. Bahkan, saking uniknya, maleo sering bikin para peneliti luar negeri terpukau.

Salah satu fakta paling mencengangkan adalah burung maleo tidak mengerami telurnya sendiri. Iya, kamu gak salah baca. Maleo bertelur di dalam pasir yang panas, lalu meninggalkannya begitu saja. Telurnya akan menetas sendiri berkat panas dari matahari atau bumi.

Ukuran telurnya juga gak main-main. Telur burung maleo bisa lima kali lebih besar dari telur ayam. Bahkan, dalam satu musim, burung ini bisa bertelur beberapa kali dengan telur sebesar itu. Gede banget untuk ukuran burung dengan tubuh sedang.

Uniknya lagi, burung maleo hanya bertelur satu butir setiap kali bertelur. Mereka akan memilih lokasi yang hangat seperti pasir pantai atau daerah dengan panas bumi, menggali lubang sedalam 1 meter, lalu menanam telurnya di situ. Setelah itu? Ditutup dan ditinggal pergi.

Kalau biasanya anak burung baru menetas butuh disuapin, anak maleo justru bisa langsung mandiri. Begitu menetas, mereka langsung bisa berjalan dan terbang rendah sendiri, bahkan tanpa melihat induknya sekalipun. Mandiri sejak lahir!

Burung maleo juga punya "helm alami" di atas kepalanya. Tonjolan keras itu disebut kebon, semacam tanduk kecil yang jadi ciri khas mereka. Fungsi pastinya masih diteliti, tapi kemungkinan besar buat menarik pasangan dan identifikasi antar sesama.

Maleo termasuk keluarga megapoda, yaitu kelompok burung yang tidak mengerami telur dan memanfaatkan panas alami untuk menetaskan. Tapi dari semua anggota keluarga ini, maleo adalah salah satu yang paling canggih dalam memilih lokasi bertelur.

Habitat aslinya hanya terbatas di Sulawesi bagian utara hingga tengah, dan itu pun gak semua tempat. Mereka sangat selektif soal lokasi bertelur, karena suhu dan kelembaban pasir sangat menentukan sukses tidaknya telur menetas.

Telur maleo dulu sempat dianggap makanan mewah. Banyak masyarakat lokal yang dulu mengambil telurnya untuk konsumsi atau dijual, karena ukurannya besar dan rasanya dianggap gurih. Tapi sekarang praktik itu mulai ditinggalkan demi pelestarian.

Meskipun bisa hidup di alam liar, populasi maleo terus menurun karena perburuan, rusaknya habitat, dan predator alami seperti biawak, anjing liar, sampai manusia. Statusnya pun kini masuk dalam daftar terancam punah menurut IUCN.

Yang menarik, burung maleo juga punya makna budaya. Dalam beberapa suku di Sulawesi, mereka dianggap sebagai simbol kesucian atau keberuntungan, dan dulu telurnya sering dipakai dalam ritual adat tertentu.

Untuk membantu pelestarian, pemerintah dan LSM kini membuat lokasi konservasi seperti di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Taman Nasional Lore Lindu. Di sana, telur maleo dijaga agar bisa menetas dengan aman tanpa diganggu.

Proses konservasi biasanya melibatkan warga lokal. Jadi selain menjaga, mereka juga diberi edukasi tentang pentingnya menjaga spesies ini. Ada yang dulunya pengambil telur, sekarang malah jadi relawan penjaga sarang. Sebuah perubahan yang keren, kan?

Burung maleo juga dilindungi oleh undang-undang. Menangkap, memperjualbelikan, atau mengganggu sarangnya bisa dikenai sanksi pidana. Jadi selain gak etis, melanggar hukum juga.

Belakangan ini, burung maleo mulai jadi ikon wisata edukasi. Banyak turis lokal dan asing yang datang hanya untuk melihat bagaimana burung ini bertelur dan hidup di alam liar. Ini bukti bahwa satwa liar bisa punya nilai ekonomi tanpa harus dieksploitasi.

Kalau kamu pecinta burung atau pencinta alam, mengenal burung maleo bisa jadi pengalaman yang membuka mata. Mereka bukan cuma unik, tapi juga jadi simbol betapa kayanya alam Indonesia. Burung ini layak untuk dipertahankan dan dibanggakan.

Jadi, kalau ada temanmu yang belum tahu burung maleo, bolehlah kasih tahu fakta-fakta menarik ini. Semakin banyak yang tahu, semakin besar peluang burung unik ini tetap hidup berdampingan dengan manusia di masa depan.(*)

 

Editor : Mahfud
#sulawesi #bertelur #burung maleo #pasir