Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jalak Afrika, Pesona Punggung Ungu yang Membuat Takjub. Ingin Tahu Karekternya?

Nakula Agi Sada • Sabtu, 7 Juni 2025 | 16:45 WIB
Jalak Afrika (Violet backed starling) dikenal juga dengan nama Jalak Punggung Ungu
Jalak Afrika (Violet backed starling) dikenal juga dengan nama Jalak Punggung Ungu

JP Radar Kediri- Jalak punggung ungu atau dalam bahasa ilmiahnya Cinnyricinclus leucogaster. Burung kecil asal Afrika ini memikat perhatian dengan balutan warna ungu metalik yang memantulkan cahaya seperti permukaan mobil yang baru dipoles.

Burung ini lebih dikenal secara internasional sebagai Violet-backed Starling, anggota keluarga Sturnidae, atau jalak-jalakan.

Ukurannya tergolong mungil, hanya sekitar 17 hingga 20 sentimeter. Namun, daya tarik utamanya bukan pada ukurannya, melainkan pada warna bulu jantannya yang mengilap, seperti permata hidup di tengah hamparan hijau hutan Afrika.

Perbedaan Jantan dan Betina

Keindahan tersebut secara khusus dimiliki oleh burung jantan. Sementara itu, burung betina memiliki bulu berwarna cokelat bercorak putih yang lebih tenang dan tidak mencolok. Pola seksual dimorfik ini lazim ditemukan pada banyak jenis burung, di mana jantan cenderung lebih berwarna untuk menarik pasangan saat musim kawin.

Baca Juga: Kenalan dengan Pink Robin, Si Burung Mungil Berdada Merah Muda yang Bikin Jatuh Hati!

Habitat dan Persebaran

Jalak punggung ungu tersebar luas di wilayah Sub-Sahara Afrika, mulai dari hutan terbuka, sabana berpohon, hingga area perkebunan dan taman kota.

Mereka tidak sepenuhnya terikat pada hutan lebat, sehingga kerap terlihat di kawasan yang bersinggungan dengan aktivitas manusia.

Sebagian populasi burung ini bersifat migran musiman, berpindah tempat sesuai dengan siklus kawin dan ketersediaan makanan. Di beberapa daerah, kehadiran mereka menjadi pertanda musim baru, meskipun kemunculannya tetap tergolong jarang.

Pola Makan dan Peran Ekologis

Violet-backed Starling termasuk burung omnivora. Mereka memakan buah-buahan, biji-bijian, dan serangga kecil. Melalui kebiasaan makan buah tersebut, burung ini juga memainkan peran penting dalam penyebaran biji dan regenerasi tumbuhan hutan secara alami.

Selain aktif dalam pencarian makan, burung jantan juga dikenal vokal saat musim kawin. Mereka akan berkicau, menampilkan bulu mengilap dan melakukan gerakan menarik sebagai bagian dari ritual menarik pasangan.

Tidak jauh berbeda dengan perilaku satwa lain yang menggantungkan kelangsungan keturunan pada tarikan visual dan suara.

Baca Juga: Bukan Sekadar Cantik, Sri Lanka Blue Magpie, Burung Pintar yang Terancam Punah

Reproduksi dan Kehidupan Sosial

Burung ini biasanya membangun sarang di lubang pohon, kadang memanfaatkan sarang lama yang ditinggalkan spesies lain. Betina akan mengerami telur, sedangkan jantan kadang turut serta menjaga sarang dan membantu memberi makan anak-anak mereka hingga mampu hidup mandiri.

Secara sosial, jalak ungu tergolong burung yang ramah dan sering terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Suaranya cukup merdu, meskipun tidak sekompleks murai batu, dan mampu menghadirkan suasana tenang di pagi hari bagi siapa saja yang berkesempatan mendengarkannya.

Status Konservasi dan Etika Pengamatan

Saat ini, Violet-backed Starling masih berstatus Least Concern menurut Daftar Merah IUCN. Populasinya terpantau stabil. Namun, ancaman jangka panjang seperti perusakan habitat dan perubahan iklim tetap perlu diwaspadai, mengingat ketergantungan spesies ini pada kawasan hijau yang kian terdesak pembangunan.

Bagi para penggemar fotografi alam dan pengamat burung, jalak ungu menjadi salah satu objek incaran. Namun, etika dalam pengamatan tetap harus dijaga. Menghindari gangguan terhadap sarang, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan kehadiran menjadi prinsip penting dalam aktivitas birdwatching.

Keindahan yang Tersembunyi

Dalam dunia burung, Violet-backed Starling mungkin belum seterkenal burung cendrawasih atau quetzal dari Amerika Tengah. Namun, pesonanya tak kalah menggugah rasa takjub. Warna ungu metaliknya menjadi pengingat bahwa alam memiliki cara tersendiri dalam merayakan keindahan—bukan dengan keramaian, melainkan lewat kemunculan diam-diam dari rimbunnya pepohonan.

Baca Juga: Burung Namdur Api, Arsitek Cinta dengan Bulu Menyala

Mengenal burung seperti jalak ungu mengajak kita untuk lebih menghargai biodiversitas dan menyadari bahwa setiap makhluk hidup, sekecil apapun, memiliki peran penting dalam ekosistem. Dari nyanyian pagi hingga penyebaran biji tumbuhan, Violet-backed Starling adalah salah satu bukti nyata bahwa alam tidak pernah berhenti memberi kejutan indah.

 

Editor : Jauhar Yohanis
#IUCN #Pesona #jalak afrika #ungu