Burung pipit peking, dikenal juga dengan sebutan bondol peking atau emprit peking. Meski harganya terjangkau, burung ini punya daya tarik yang membuatnya jadi favorit para penghobi burung pemula hingga penangkar.
Secara ilmiah disebut Lonchura punctulata, pipit peking masih satu keluarga dengan bondol haji dan bondol cokelat. Ciri khasnya jelas terlihat dari bulu dadanya yang bermotif bintik hitam-putih menyerupai batik. Bagian kepala berwarna cokelat kemerahan, punggungnya cokelat gelap, membuat penampilannya terlihat klasik namun menawan.
Ukuran tubuhnya mungil, hanya sekitar 11–12 cm. Tapi jangan salah, burung ini sangat aktif, lincah, dan tidak suka hidup sendiri. Sebagai burung koloni, pipit peking lebih bahagia bila hidup berkelompok.
Asalnya dari kawasan Asia Selatan dan Tenggara, namun di Indonesia, burung ini mudah dijumpai di berbagai habitat seperti sawah, ladang, pekarangan rumah, hingga tepi hutan. Mereka menyukai area terbuka yang banyak ditumbuhi rerumputan liar.
Meski tak punya kicauan keras atau nyaring, suara pipit peking lembut dan menenangkan. Bunyi-bunyian kecilnya bisa memberi efek relaksasi yang cocok untuk menemani pagi hari atau sore santai sambil menyeruput kopi.
Kelebihan lainnya adalah kemudahan dalam perawatan. Burung ini tidak membutuhkan kandang besar dan tidak rewel soal pakan. Cukup sediakan biji-bijian seperti millet, jewawut, atau gabah, serta air bersih setiap hari. Sesekali, berikan sayuran cincang atau serangga kecil sebagai tambahan gizi.
Pipit peking juga mudah dijinakkan. Jika dipelihara dari kecil dan sering diajak interaksi, mereka bisa menjadi akrab dan bahkan makan langsung dari tangan pemiliknya.
Dari sisi penangkaran, pipit peking adalah salah satu burung paling mudah diternakkan. Pasangan jantan dan betina bisa bertelur hingga 6 butir dalam sekali masa bertelur. Masa pengeraman 12–14 hari. Anak-anaknya akan mulai keluar sarang sekitar 3 minggu kemudian.
Harga? Sangat ramah kantong. Di pasaran, burung pipit peking bisa dibeli mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 tergantung kondisi dan wilayah. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang baru mulai menekuni hobi burung.
Tak hanya sebagai peliharaan, burung ini juga kerap digunakan sebagai burung masteran. Suaranya yang lembut dianggap mampu memancing burung kicau lain untuk lebih rajin berbunyi.
Jika Anda berniat memelihara lebih dari satu, sebaiknya letakkan beberapa ekor dalam satu kandang besar. Karena hidup berkelompok, mereka akan lebih aktif dan bahagia ketika bersama-sama. Namun, jangan lupa, menjaga kebersihan kandang tetap krusial. Lingkungan yang kotor bisa memicu penyakit dalam populasi koloni.
Kesimpulannya? Burung pipit peking adalah paket komplit: murah, indah, jinak, dan menyenangkan. Cocok untuk pemula, penangkar, hingga pencinta burung santai di rumah. Si mungil bermotif batik ini adalah bukti bahwa pesona burung hias tak harus mahal.
Editor : Jauhar Yohanis