JP Radar Kediri – Budidaya ikan dalam ember atau yang populer disebut budikdamber (budidaya ikan dalam ember), kini semakin diminati masyarakat, terutama di wilayah perkotaan yang terbatas lahan. Konsep sederhana ini memungkinkan warga bisa beternak ikan sekaligus menanam sayuran di rumah.
“Dengan budikdamber, kita bisa memanfaatkan lahan sempit untuk ternak ikan sekaligus menanam sayur,” ujar Munawaroh, warga Kelurahan Tosaren, Kota Kediri, yang aktif membudidayakan sistem ini.
Menurut keterangan yang diterima Jawa Pos Radar Kediri, keunggulan sistem budikdamber terletak pada efisiensinya. Selain memanen ikan, warga juga bisa panen sayur seperti kangkung yang ditanam di bagian atas ember. Hasilnya pun cukup menjanjikan meski hanya bermodal kecil.
“Dengan ember ukuran 100 liter, kita bisa menebar 80 hingga 100 ekor ikan,” jelas Munawaroh. Namun, tidak semua jenis ikan cocok untuk dibudidayakan dalam ember. Hanya ikan yang tahan terhadap kadar oksigen rendah seperti lele, patin, sepat, gabus, dan gurami yang direkomendasikan. “Saya pribadi memilih ikan lele,” imbuhnya.
Baca Juga: Ikan Payara, Predator yang Asyik Dipelihara di Akuarium
Untuk bagian atas ember, biasanya dipasang pot atau gelas plastik yang diisi media tanam sayuran. Munawaroh mengaku pernah mencoba menanam sawi, namun kurang cocok karena kandungan kotoran lele cukup keras dan membuat sawi cepat layu. Berbeda dengan kangkung yang justru tumbuh subur.
Lantas bagaimana jika ikan lele yang dikenal kanibal memakan akar tanaman? Menurut Munawaroh, kuncinya adalah dalam pemberian pakan. “Jangan sampai lele kelaparan. Kalau kenyang, mereka tak akan mengganggu tanaman,” tuturnya.
Menariknya, selain pakan pelet, Munawaroh juga memberi makan lele dengan azolla, sejenis tanaman air yang kaya nutrisi dan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan ikan.
Di halaman rumahnya, terdapat enam ember yang digunakan untuk budikdamber. Dalam waktu sekitar tiga bulan, lele sudah bisa dipanen. Bahkan banyak yang sudah dibeli warga sekitar meski belum genap tiga bulan. Sementara itu, kangkung bisa dipetik setiap 20 hari sekali.
Baca Juga: Waspadai Kucing dan Anjing Ngiler Berlebihan, Bisa Jadi Terkena Calicivirus atau Karang Gigi
Untuk memulai budikdamber, alat dan bahan yang dibutuhkan cukup mudah didapat. Ember 100 liter jadi perlengkapan utama. Untuk menjaga air tetap bersih dan tidak bau, sebaiknya gunakan filter air. Saringan air perlu dibersihkan setiap hari, sedangkan pengurasan ember cukup dilakukan seminggu sekali.
Teknik ini tak hanya cocok bagi pecinta ikan, tapi juga bagi siapa saja yang ingin memulai pertanian rumahan dengan cara praktis dan hemat tempat.
Editor : Jauhar Yohanis