JP Radar Kediri – Bagi kalian para penggemar anime, atau yang baru mulai mengikuti dunia animanga, pasti sering mendengar istilah canon dan non-canon.
Istilah ini cukup sering muncul saat kita menonton anime, apalagi ketika ada film layar lebar atau episode spesial yang ceritanya terasa nyambung atau justru bertolak belakang dengan cerita aslinya.
Kadang-kadang, saat menonton anime movie, kita menemukan karakter baru yang nggak pernah muncul di cerita utama, atau jalan ceritanya terasa aneh dan tidak nyambung.
Tapi disisi lain, ada juga anime movie yang ceritanya terhubung langsung dengan alur utama animenya. Nah, disinilah istilah canon dan non-canon digunakan untuk membedakan keduanya.
Apa Itu Canon dalam Anime?
Canon adalah cerita, karakter, atau peristiwa yang dianggap resmi dan menjadi bagian dari alur utama sebuah karya fiksi, baik itu anime, manga, film, atau novel.
Baca Juga: Ternyata Stecu Juga Ada di Anime, Ini Daftar 8 Karakter Stecu alias Tsundere
Dalam anime, canon berarti cerita yang diambil langsung dari sumber aslinya, biasanya manga atau novel yang ditulis oleh pencipta resminya.
Selama anime tetap mengikuti alur yang sesuai dengan manga atau cerita asli, maka itu disebut canon.
Lalu, Apa Itu Non-Canon?
Sebaliknya, non-canon adalah cerita atau karakter yang tidak berasal dari cerita utama. Biasanya dibuat khusus untuk film layar lebar, OVA, atau filler episode, dan tidak mempengaruhi jalannya cerita utama.
Non-canon sering dibuat untuk variasi cerita, menampilkan pertarungan baru, atau karakter tambahan tanpa mengganggu cerita aslinya.
Misalnya di One Piece Stampede, ada karakter bernama Douglas Bullet yang diceritakan sebagai mantan kru Roger. Tapi karena karakter ini tidak ada di manga resmi, maka statusnya non-canon.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Anime Spring 2025 yang Wajib Kamu Tonton!
Jadi, canon adalah bagian cerita utama, sedangkan non-canon hanyalah pelengkap yang tidak memengaruhi cerita asli.
Jika kalian Nonton anime movie atau ova, kalian merasakan ceritanya nggak nyambung dengan cerita aslinya, kemungkinan besar Non Canon. Kalau iya, kemungkinan Canon.
Penulis: Muhammad Alvin Riandi Zahra.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira