JP Radar Kediri - The Apothecary Diaries (Kusuriya no Hitorigoto) merupakan salah satu anime yang populer dalam beberapa waktu ini. Anime ini berlatar di zaman Tiongkok kuno dengan fokus utama di area Istana Kerajaan.
Anime ini berbeda dengan anime kerajaan lainnya karena alur ini memadukan misteri, politik, pengobatan tradisional, dan slow burn romance.
Nah, tulisan ini akan membahas mengenai perjalanan dari musim 1 dan musim 2 hingga sedikit bocoran tentang musim ketiga.
The Apothecary Diaries musim pertama ini merupakan perkenalan karakter Maomao sebagai main character di anime ini. Maomao adalah gadis muda apoteker yang cerdas yang tanpa sengaja memecahkan beberapa misteri yang muncul di lingkungan kerajaan.
Selain itu, karakter lain yang menjadi daya tarik adalah Jinshi, seorang pejabat tampan yang menyembunyikan identitas aslinya sebagai anggota keluarga kerajaan. Lucunya, Jinshi ini memiliki hubungan unik dengan Maomao.
Awal Misteri yang Membuat Ketagihan
Maomao yang awalnya merupakan seorang gadis muda pembuat obat yang tinggal dengan ayah angkatnya di distrik lampu merah, diculik oleh sekelompok penjahat dan dijual untuk dijadikan pelayan rendahan di Istana Kerajaan.
Dengan bekerja sebagai pelayan di Istana Kerajaan, tanpa sengaja Maomao mendengar adanya kasus medis dan misteri-misteri yang ada di area kerajaan. Maomao pun terlibat dengan kasus-kasus itu hingga bertemu dengan Jinshi, si pejabat tampan.
Dari situlah ada hubungan yang muncul antara Maomao dan Jinshi. Jinshi yang meminta tolong kemudian meminta Maomao membantu memecahkan misteri di kerajaan itu.
Musim pertama ini banyak menarik perhatian penggemar anime karena karakter utamanya yang dibuat unik dan kasus misteri medis yang detail.
Misteri yang Semakin Besar dan Konflik Politik yang Mendalam
Pada musim kedua, cerita akan semakin mendalam dan misteri-misteri kerajaan semakin terkuak, dan munculnya karakter-karakter baru yang berpengaruh dalam alur cerita ini akan menjadikan musim kedua lebih seru.
Intrik politik yang dibuat semakin terasa karena kasus yang terjadi tidak hanya ada di dalam kerajaan, tetapi juga terjadi di area luar kerajaan yang datang bersama dengan karavan perdagangan asing.
Adanya kasus-kasus baru dan lebih besar ini, Maomao dan Jinshi berusaha bekerja sama demi memecahkan misteri yang ada hingga rahasia-rahasia besar yang seharusnya Maomao tidak perlu mengetahuinya.
Perkembangan hubungan karakter Maomao dan Jinshi di musim kedua ini pun tak luput dari sorotan penggemar The Apothecary Diaries.
Daya Tarik The Apothecary Diaries
Anime ini memiliki daya tarik besar karena karakter Maomao ini merupakan karakter yang sangat cerdas dan mandiri. Maka dari itu, di sinilah Jinshi memiliki ketertarikan terhadap Maomao, tetapi watak Maomao membuat anime ini memiliki alur slow burn romance.
Misteri yang disajikan logis dan bisa membuat penonton tertarik serta ikut menebak-nebak alur. Apa ya yang akan dilakukan Maomao untuk memecahkan kasus ini?
Selain itu, adanya visual karakter dan animasi yang memanjakan mata juga menjadi daya tarik penggemar anime untuk menontonnya.
Perpaduan beberapa genre seperti misteri, histori, drama, dan romansa yang seimbang juga merupakan salah satu alasan kenapa anime ini bisa masuk watchlist.
Sedikit Bocoran Musim Ketiga
Setelah mengalami beberapa kasus di musim ketiga, Maomao akan menghadapi kasus yang lebih besar dan rumit di musim ketiga. Konflik politik akan menjadi semakin mendalam.
Di tengah intrik yang menanti, hubungan antara Maomao dan Jinshi juga akan semakin membuat penonton gemas karena Jinshi semakin mendekatkan diri dengan Maomao yang cuek.
Musim ketiga dikonfirmasi akan tayang dengan format split cour. Bagian pertama (Cour 1) akan tayang pada Oktober 2026 dan bagian kedua (Cour 2) akan tayang pada April 2027.
Selain itu, diumumkan juga bahawa film anime original akan tayang di tengah penayangan dua cour tersebut.
Untuk itu, bagi yang belum nonton The Apothecary Diaries, bisa langsung ditonton sebelum petualangan Maomao berlanjut di musim ketiga.
Penulis : Ulyatul Ula
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Editor : Shinta Nurma Ababil