Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lirik Lagu ‘Teh Hijau’ -Tulus, Ini Makna dan Maksud Dibaliknya

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 1 Juli 2026 | 11:18 WIB
Lagu
Lagu 'Teh Hijau', single terbaru tulus

JP Radar Kediri – Tulus akhirnya mengeluarkan lagu baru usai 4 tahun lamanya tidak mengeluarkan single. Penyanyi dan penulis lagu bersuara emas ini menorehkan karya baru, bertajuk "Teh Hijau" pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kehadiran lagu ini menjadi penawar rindu yang luar biasa. Pasalnya, Teh Hijau menandai kembalinya Tulus setelah empat tahun berlalu sejak perilisan album Manusia pada 2023 silam. Tak ayal, berakhirnya masa hiatus ini langsung disambut hangat oleh para penikmat musik Tanah Air.

Secara musikalitas, Teh Hijau mengusung aransemen yang terasa sangat ringan di telinga. Tulus tetap mempertahankan ciri khas utamanya: penulis lirik brilian yang diksinya begitu dekat dengan keseharian kita.

Lagu ini merupakan karya yang diciptakan sendiri oleh Tulus, baik dari segi lirik maupun melodinya. Untuk meracik musiknya agar semakin bernyawa, Tulus menggandeng musisi Yoseph Sitompul yang dipercaya sebagai produser sekaligus pengaransemen musik. Kolaborasi keduanya melahirkan harmoni yang menenangkan jiwa.

Baca Juga: 10 Lagu Terbaik Ozzy Osbourne dan Black Sabbath yang Menjadi Warisan Abadi Musik Metal

Lirik Lagu "Teh Hijau" - Tulus

Hari-hari berulang

Misteri lenyap senang

Ada saran kudengar

Lebih sering keluar ke alam

Saran lain kudengar

Cari hal asing yang menantang

Keluar dari benteng

Dari tempatmu yang sekarang

 Baca Juga: Siapa Pencipta Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng? Ini Asal Usulnya

Tak ada yang hilang dariku belakangan

Sedang tak mudah bertemu rasa senang

Sedang kucari yang jadi pencetusnya

Mungkin hilangnya atau siklus hidupku

 

Mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku memang sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

 

Woah-oh, woah-oh-oh (Apapun, siapapun)

 

Tambah gerak tubuhmu

Baca buku yang baru

Ragam saran brilian

Yang belum kunjung jadi penawar

 

Untuk yang hilang dariku belakangan

Sedang kucoba memahami alurnya

S'moga segera kutemukan jawaban

Tapi kini kurayakan hampa ini, oh

 

Mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku memang sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

 

Kulihat mana di kendaliku

Teh hijau ini yang di tanganku

Di tengah seram sedih yang menghantamku, uh

Lepaskan, lepas kemurunganku

Hijau kembali jiwa gersangku

Ambillah sayang sebanyak waktu yang kau perlu

 

Mungkin (Aku sedang tak bisa), aku sedang tak bisa

(Tak bisa jatuh cinta) Tak bisa jatuh cinta

(Membuka hati 'tuk apapun, siapapun) Uuh

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

(Membuka hati 'tuk apapun, siapapun) Aah

 

Tanpa itu, tanpanya

Apapun yang mungkin hilang itu (Sabar, sayang)

Mungkin ini siklusnya

Sudah garis jalannya

Esok, esok akan lebih elok

 

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

 

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

(Apapun, siapapun)

Makna di Balik Secangkir "Teh Hijau"

Lebih dari sekadar alunan nada, Teh Hijau membawa pendengarnya menyelami ruang batin yang paling sunyi. Lagu ini secara gamblang menceritakan fase ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan cinta dan kebahagiaan.

Tulus menuangkan potret kehidupan di mana rasa senang perlahan menghilang, dan segala cara yang dilakukan untuk bangkit justru belum kunjung menjadi penawar. Melalui liriknya, pendengar diajak menyusuri perjalanan batin yang tenang namun penuh pencarian—tentang upaya memahami mengapa hati terasa tertutup dan emosi seolah membeku.

Namun, pesan utama dari lagu ini bukanlah keputusasaan. Tulus justru mengajak pendengarnya untuk menerima keadaan. Bahwa, tidak semua kehampaan harus buru-buru dihilangkan.

Berdasarkan liriknya, simbolisasi “teh hijau” menjadi penanda dari sebuah proses pemulihan, yang mencakup:

Kesederhanaan dalam menerima luka.

Ketenangan saat menghadapi emosi yang beku.

Harapan akan keseimbangan jiwa yang perlahan akan kembali seiring waktu.

Singkatnya, Teh Hijau bukan hanya lagu tentang kehilangan rasa cinta, melainkan sebuah pelukan hangat untuk berdamai dengan kekosongan. Tulus mengingatkan kita untuk memberikan waktu bagi diri sendiri agar bisa pulih secara alami.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#lagu teh hijau #lagu teh hijau tulus #lagu tulus terbaru #single baru tulus #tulus