JP Radar Kediri – Antusiasme para Nakama (sebutan penggemar One Piece) kembali membubung tinggi. Setelah rilisnya babak mendebarkan di chapter 1183, kelanjutan petualangan mahakarya Eiichiro Oda ini akan langsung berlanjut di One Piece 1184.
Kabar baiknya, Shueisha mengonfirmasi bahwa pekan ini tidak ada jeda teoretis (no break), sehingga chapter terbaru dijadwalkan rilis resmi pada akhir pekan ini, Minggu, 31 Mei 2026.
Berdasarkan rangkuman informasi dari GameRant, Yahoo Entertainment, dan Everyeye.it, alur cerita kali ini diprediksi masih akan mempertahankan struktur multi-plot.
Oda-sensei akan membagi fokus antara klimaks pertempuran di Pulau Elbaf dan kilas balik emosional 70 tahun lalu yang berpusat pada sosok musisi Bajak Laut Topi Jerami, Brook.
Baca Juga: One Piece Chapter 1180 Rilis 19 April atau Diundur? Ini Spoilernya
Kilas Balik Kerajaan Esperia: Brook Bukan Sekadar Musisi Eksentrik
Jika selama ini penggemar mengenal Brook sebagai tengkorak hidup yang jenaka, chapter 1183 dan 1184 membuka tabir bahwa ia memiliki rekam jejak militer yang disegani di West Blue.
Jauh sebelum bergabung dengan Bajak Laut Rumbar, Brook muda adalah Kapten Pasukan Penyerbu sekaligus pengawal utama di Kerajaan Musik, Esperia.
Pada usia 20 tahun, ia dikenal dengan julukan "Maestro Tebasan Kilat" berkat teknik pedang Three-Verse Humming: Arrow-Notch Slash yang mampu melumpuhkan lawan tanpa disadari.
Chapter 1184 diprediksi akan menggali lebih dalam hubungan emosional segitiga di masa lalu antara:
Baca Juga: One Piece Season 2 Resmi Meluncur, Season 3 Sudah Masuk Dapur Produksi
Brook Muda, sang ksatria pelindung.
Permaisuri Candle (Ratu Candel), bintang kerajaan yang menjadi rival sehat Brook.
Putri Shuri, putri kerajaan berusia 7 tahun yang di kemudian hari bertransformasi menjadi Gunko, anggota Holy Knights (Ksatria Suci).
Misteri besar yang dinantikan pembaca adalah alasan mengapa Kerajaan Esperia yang damai tiba-tiba lenyap dari sejarah. Teori kuat yang beredar menyebutkan bahwa kehancuran ini terjadi sesaat setelah Permaisuri Candle dan Putri Shuri bertolak ke Tanah Suci Mary Geoise untuk menghadiri agenda Reverie.
Konspirasi Pemerintah Dunia: Keterlibatan Saturn dan Imu-sama
Melansir bocoran komunitas global, narasi masa lalu ini akan beririsan langsung dengan otoritas tertinggi Pemerintah Dunia. Permaisuri Candle dikabarkan menjalankan misi politik rahasia dan melakukan audiensi khusus dengan salah satu anggota Gorosei (Five Elders), yang diduga kuat adalah Saint Jaygarcia Saturn.
Kehadiran Saturn di lini masa 70 tahun lalu memperkuat spekulasi bahwa Pemerintah Dunia sengaja mengintervensi stabilitas Esperia. Terdapat beberapa hipotesis logis yang berkembang di kalangan pengamat manga:
Baca Juga: Oda Beri Petunjuk Peran Besar Monkey D. Dragon di Akhir Cerita One Piece
Tragedi Domi Reversi: Ada dugaan Permaisuri Candle terkena efek Domi Reversi dari Imu-sama, memicu insiden pembersihan massal yang polanya mirip dengan Tragedi God Valley yang melibatkan Rocks D. Xebec.
Kontrak Paksaan Gunko: Demi menyelamatkan sisa-sisa kehormatan, Putri Shuri (Gunko) terpaksa menjalin perjanjian laut dalam dengan Imu-sama dan mengabdi sebagai Ksatria Suci.
Konflik Masa Kini: Elbaf Membara, Zoro dan Sanji Bersiap Duel
Sementara plot masa lalu menguras emosi, ketegangan di Pulau Elbaf pada masa sekarang justru bergerak menuju titik didih. Pertarungan antara Raja Dunia Imu-sama melawan Loki kian intensif.
Pada bab sebelumnya, Imu sempat menyinggung entitas kuno seperti Nidhogg dan Ragnir, serta menyebut satu nama misterius: Dozan. Hal ini mengindikasikan adanya dendam kesumat yang belum tuntas sejak era Void Century (Abad Kekosongan).
Di sisi lain, armada Topi Jerami tidak tinggal diam melihat situasi Elbaf yang kacau:
Roronoa Zoro diprediksi akan mencegat Sommers.
Vinsmoke Sanji bersiap menghadapi Killingham.
Langkah taktis dua sayap Raja Bajak Laut ini bertujuan untuk menggagalkan misi penculikan tujuh anak-anak pejuang Elbaf yang diisiasikan oleh pihak musuh.
Link Baca Legal One Piece Chapter 1184 Bahasa Indonesia
Link Baca Legal One Piece Chapter 1184 Bahasa Indonesia dengan KLIK DISINI
Editor : Shinta Nurma Ababil