JP Radar Kediri – Kreator konten Na Daehoon akhirnya memberikan klarifikasi terbuka mengenai status hak asuh anak dan alasannya membatasi pertemuan sang mantan istri, Jule, dengan buah hati mereka melalui unggahan akun instagramnya, @daehoon_na.
Daehoon menegaskan bahwa berdasarkan putusan perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), hak asuh anak berada sepenuhnya di tangannya.
Meskipun memegang hak asuh penuh, Daehoon mengaku sebelumnya tetap memberikan ruang bagi ibu kandung untuk bertemu anak-anak selama tidak mengganggu aktivitas dan perkembangan mereka.
Namun, keputusan untuk membatasi akses tersebut terpaksa diambil demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta kesehatan mental sang anak.
Alasan di Balik Pembatasan Akses
Daehoon mengungkapkan adanya serangkaian tindakan yang menurutnya sudah melewati batas normal sebagai orang tua. Beberapa poin yang menjadi perhatian serius bagi Daehoon antara lain:
- Adanya penggunaan produk kosmetik dewasa kepada anak-anak.
- Mempertemukan anak-anak dengan pihak yang berkaitan dengan konflik rumah tangga sebelumnya.
- Membiarkan anak-anak terlibat dalam hal-hal yang digunakan untuk merendahkan martabatnya sebagai seorang ayah.
Daehoon menegaskan bahwa langkah ini murni untuk melindungi tumbuh kembang anak, bukan karena didasari emosi atau dendam pribadi.
Respon Tegas Terhadap Tudingan Netizen
Melalui saluran komunitasnya, DAELY POST, Daehoon juga menjawab tudingan netizen yang mencoba membanding-bandingkan dirinya dengan sang mantan istri karena ia telah memiliki pasangan baru.
Ia memberikan pembelaan diri dengan menyatakan bahwa dirinya tidak berselingkuh, tidak tinggal bersama (living together), dan tetap mengutamakan tanggung jawab sebagai ayah di atas urusan pribadi.
"Aku hanya sangat takut, suatu hari nanti anak-anak akan sakit hati kalau aku membuka aib ibu kandung mereka," ungkap Daehoon dalam pesan komunitas tersebut.
Baca Juga: Na Daehoon Buka Suara Soal Isu Perselingkuhan Jule Istrinya, Minta Netizen Tak Lakukan Ini
Ia juga mengingatkan pihak-pihak yang menyebarkan fitnah atau menggiring opini bahwa ia tidak segan untuk menempuh jalur hukum guna melindungi nama baiknya.
Unggahan klarifikasi ini pun mendapat banyak dukungan dari warganet yang setuju bahwa prioritas utama pasca-perpisahan seharusnya adalah ketenangan mental dan privasi anak-anak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil