JP Radar Kediri - Industri anime pada 2025 kembali menunjukkan geliat yang luar biasa. Tak hanya dari segi jumlah produksi, tapi juga kualitas animasi, strategi promosi, dan hal lain dari berbagai judul unggulan.
Di balik kesuksesan anime-anime ini, tentu ada peran besar dari studio yang memproduksinya. Studio anime kini bukan hanya tempat menggambar, tapi sudah menjadi brand tersendiri yang memiliki basis penggemar fanatik.
Baca Juga: Tak Disangka, 5 Anime Populer Ini Ternyata Sempat Ditolak Studio!
Nama-nama seperti MAPPA, Ufotable, hingga CloverWorks sudah tak asing lagi di telinga wibu. Namun, tahun 2025 membawa kejutan tersendiri.
Beberapa studio mulai menanjak drastis karena sukses memproduksi anime viral, sementara yang lain justru mulai kehilangan pamor karena kualitas yang menurun atau jadwal rilis yang mandek.
Baca Juga: Kenapa Anime Shounen Modern Kehilangan 'Semangat Naruto'?
Berikut adalah 10 studio anime paling populer di tahun 2025 berdasarkan hype maupun rating anime yang diproduksi.
- MAPPA
MAPPA masih jadi top of mind di kalangan penggemar anime. Studio ini terkenal produktif dan terus menggarap proyek-proyek besar seperti Attack on Titan: Final Season dan Chainsaw Man.
Pada 2025 ini, MAPPA kembali menuai sorotan lewat pengumuman Hell’s Paradise Season 2 yang akan tayang 2026 dan juga adaptasi anime Look Back karya Tatsuki Fujimoto yang memukau secara visual.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan Tentang Studio Anime MAPPA yang Jarang Diketahui
Namun selain kesuksesannya, MAPPA juga mendapat kritik keras karena isu lembur dan beban kerja animator yang tinggi. Hal ini mennyebabkan perdebatan tentang keseimbangan antara kualitas dan kecepatan produksi. Meski begitu, popularitas mereka tetap tak tergoyahkan di tahun ini.
Dengan jajaran proyek yang terus ditunggu dan standar animasi tinggi, MAPPA masih memegang gelar studio paling dominan di industri. Suka atau tidak, semua mata masih tertuju pada mereka.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Anime Terbaik Garapan Studio MAPPA yang Wajib Ditonton!
- Ufotable
Ufotable kembali menasbihkan diri sebagai studio dengan kualitas animasi terbaik saat merilis Demon Slayer: Infinity Castle. Film layar lebar ini bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga mendapatkan pujian karena kualitas visual yang memukau.
Mereka dikenal dengan teknik digital compositing yang memukau dan jadwal produksi yang relatif stabil karena proses in-house yang ketat. Ufotable tak tergoda untuk mengambil banyak proyek. Mereka fokus pada satu IP besar dan mengeksekusinya dengan sempurna.
Keberhasilan mereka menjaga reputasi dan meningkatkan standar visual anime membuat Ufotable menjadi simbol kualitas. Popularitas mereka meroket setiap kali Demon Slayer tayang.
Baca Juga: Tujuh Rivalitas Terbaik di Dunia Anime
- CloverWorks
CloverWorks mencuri perhatian di 2025 lewat sekuel Wonder Egg Priority dan proyek orisinal The Delicate Feather, sebuah drama psikologis dengan gaya visual khas. Studio ini punya reputasi dalam menghadirkan anime dengan cerita emosional yang kuat serta desain karakter yang menawan.
Meski sempat mendapat kritik pada 2021 karena Wonder Egg Priority yang tergesa-gesa di ending, mereka perlahan membangun kembali kepercayaan penonton lewat proyek-proyek konsisten dan kolaborasi dengan Aniplex serta A-1 Pictures.
Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Anime Demon Slayer: Infinity Castle Nggak Boleh Dilewatkan!
Di 2025, CloverWorks semakin dikenal sebagai studio yang berani bermain di zona drama psikologis dan kehidupan remaja yang menyentuh. Mereka punya penggemar tersendiri yang loyal pada gaya mereka.
- Studio Orange
Di tengah dominasi animasi 2D, Studio Orange berhasil menempatkan anime CGI di hati para penonton. Tahun ini mereka merilis Beastars: Final Chapter dan proyek baru Neon Axis, yang menampilkan kualitas CGI halus dengan storytelling yang kuat.
Baca Juga: Siapkan Tisu! Ini Rekomendasi 10 Anime yang Bisa Bikin Sedih dan Nangis
Studio Orange dikenal karena pendekatan CGI yang halus dan tidak kaku, berbeda dengan stigma CGI di anime lain. Mereka membuktikan bahwa CGI bisa digunakan dengan tepat untuk menciptakan atmosfer yang unik.
Konsistensi mereka dalam mempertahankan kualitas visual dan memilih cerita-cerita unik membuat Orange jadi studio dengan identitas kuat. Di 2025, mereka makin dihormati bahkan oleh penggemar yang awalnya skeptis terhadap CGI.
Baca Juga: 10 Anime Slice of Life Terbaik, Wajib Ditonton Saat Santai!
- WIT Studio
Setelah sempat tertinggal sejak berpisah dari Attack on Titan, WIT Studio kembali naik daun berkat Ranking of Kings: New Legends dan kolaborasi dengan Netflix dalam Moon Samurai. Kualitas animasi dan storytelling yang kuat menjadi nilai jual utama mereka.
WIT selalu berani mencoba gaya visual berbeda dan cerita yang tidak mainstream. Itulah yang membedakan mereka dari studio besar lain. Mereka juga dikenal punya relasi baik dengan para mangaka.
Kembalinya WIT sebagai studio yang relevan membuktikan bahwa konsistensi dan keberanian bereksperimen adalah kunci dalam mempertahankan eksistensi di industri.
- Studio Bones
Studio Bones tetap eksis dan produktif lewat My Hero Academia Season 7 dan Mob Psycho 100: Aftermath. Tahun ini mereka juga merilis anime sci-fi orisinal Astral Leap yang mendapat respons positif.
Bones dikenal dengan animasi aksi yang fluid dan penuh energi. Mereka selalu punya proyek besar setiap tahunnya dan punya posisi kuat di pasar domestik maupun global.
Baca Juga: Ranking Terbaru Top 5 Hero di My Hero Academia Terungkap, Deku Nomor 4?
Kekuatan Bones ada pada diversifikasi: mereka mampu menggarap aksi, slice of life, hingga sci-fi dengan kualitas yang stabil. Mereka tetap menjadi salah satu studio paling dicari oleh penggemar genre aksi.
- Kyoto Animation
Kyoto Animation atau dikenal KyoAni terus menunjukkan kelasnya lewat Violet Evergarden: Eternity's Echo dan proyek baru bergenre sekolah Solace of Spring. Studio ini dikenal karena perhatian besar pada detail animasi, ekspresi karakter, dan suasana emosional yang kuat.
Baca Juga: Violet Evergarden: The Movie, Perjalanan Emosional Violet dalam Menyampaikan Surat Terakhirnya
Mereka juga terkenal karena sistem internal yang sehat, memberikan pelatihan dan lingkungan kerja yang baik bagi para animator. Hal ini terlihat dari kualitas visual yang konsisten dan storytelling yang menyentuh.
Popularitas KyoAni mungkin tidak se-hype MAPPA, tapi mereka punya fanbase yang solid dan loyal. Di 2025, mereka tetap menjadi standar emas untuk anime slice of life dan drama emosional.
- A-1 Pictures
A-1 Pictures kembali mendominasi lewat proyek-proyek mainstream seperti Sword Art Online Progressive: Final Arc dan Solo Leveling Season 2. Studio ini dikenal dengan kemampuannya menangani berbagai genre mulai dari action, romance, hingga fantasi.
Baca Juga: 6 Anime Bertema Game Virtual Mirip Sword Art Online, Penuh Aksi dan Drama!
Dibekali dana besar dan relasi kuat dengan Aniplex, A-1 Pictures punya akses ke IP besar dan mampu mengeksekusinya dengan baik. Meski kadang hasilnya tidak stabil, mereka tetap jadi pemain besar di pasar global.
Tahun 2025, mereka menjadi studio yang paling banyak dipantau oleh penggemar baru karena adaptasi Solo Leveling, yang membawa nama mereka ke puncak popularitas internasional.
Baca Juga: 10 Anime Slice of Life Terbaik, Wajib Ditonton Saat Santai!
- Doga Kobo
Doga Kobo tetap bertahan sebagai spesialis anime romcom dan slice of life. Di tahun ini, mereka sukses besar lewat Oshi no Ko Season 2 dan adaptasi anime My Senpai Is Annoying 2. Sentuhan mereka selalu berhasil membuat cerita ringan jadi menarik dan relatable.
Gaya visual cerah dan ekspresi karakter yang ekspresif menjadi ciri khas Doga Kobo. Mereka tahu cara menyajikan kisah cinta dan komedi yang manis tanpa terasa generik.
Popularitas mereka mungkin tidak segemerlap MAPPA atau Ufotable, tapi Doga Kobo punya ceruk pasar sendiri yang loyal dan terus tumbuh di kalangan penggemar anime romantis.
- Studio Trigger
Studio Trigger tetap mempertahankan identitasnya sebagai studio eksentrik dengan gaya visual over-the-top dan cerita yang penuh gaya. Tahun ini, Cyberpunk: Edgerunners 2077 menjadi proyek besar mereka yang kembali disambut hangat oleh fans global.
Baca Juga: Wow! Anime The 100 Girlfriends Pecahkan Guinness World Records, Kok Bisa? Ini Alasannya
Trigger dikenal karena pendekatan style yang terlalu realis, dan mereka bangga akan itu. Meskipun proyek mereka tidak sebanyak studio lain, setiap rilisan mereka terasa unik dan berani.
Mereka bukan studio yang bermain aman, dan justru itu yang membuat Trigger dicintai banyak fans. Di 2025, Trigger tetap jadi pilihan utama bagi yang mencari anime dengan gaya yang berbeda.
Editor : Mahfud