Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

10 Villain Anime yang Lebih Beradab dari Heronya

Radyan Fahmi Asshidqi • Kamis, 19 Juni 2025 | 19:00 WIB
Sosuke Aizen, Villain Anime yang dianggap lebih beradab.
Sosuke Aizen, Villain Anime yang dianggap lebih beradab.

JP Radar Kediri - Kadang penjahat justru lebih punya moral dibanding orang yang dianggap baik. Begitu juga dengan apa yang terjadi dalam cerita anime.

Sosok pahlawan selalu digambarkan sebagai orang yang membela kebenaran. Namun, tak sedikit juga justru sang villain alias penjahat bersikap jauh lebih dewasa, logis, dan bahkan beradab dibanding sang hero.

Fenomena ini tidak hanya membuat alur cerita lebih kompleks, tapi juga memunculkan perdebatan di kalangan penggemar anime. Penonton jadi bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang layak disebut "baik"? 

Dalam beberapa anime populer, sang villain tidak melakukan tindakan ekstrem tanpa alasan kuat, bahkan sering kali bertindak demi kebaikan yang lebih besar.

Baca Juga: Tak Disangka, 5 Anime Populer Ini Ternyata Sempat Ditolak Studio!

Berikut ini adalah deretan villain anime yang justru terlihat lebih beradab, rasional, atau bahkan lebih manusiawi dibanding karakter utama yang disebut sebagai hero. Simak daftarnya berikut!

  1. Itachi Uchiha (Naruto)

Meski disebut sebagai pengkhianat dan pembantai klannya sendiri, motivasi Itachi justru sangat mulia. Ia rela dibenci demi mencegah perang saudara di desa Konoha.

Itachi menunjukkan moralitas yang luar biasa dengan memilih pengorbanan pribadi ketimbang mengorbankan banyak nyawa. Bahkan, ia menjaga adiknya, Sasuke, agar tumbuh kuat dan tidak mengetahui kebenaran pahit yang ia pikul sendiri.

Di sisi lain, banyak tindakan heroik dalam serial Naruto yang dilakukan dengan cara-cara penuh kekerasan atau ego pribadi. Sementara Itachi selalu berpikir dalam skala yang lebih besar dan bertindak dengan kepala dingin.

Baca Juga: Spoiler Boruto Two Blue Vortex Chapter 23, Kawaki Bantu Lawan Jura?

  1. Shogo Makishima (Psycho-Pass)

Makishima adalah antagonis yang melawan sistem Sibyl, sistem keadilan yang menindas kebebasan berpikir. Ia tidak percaya pada dunia yang dikendalikan mesin dan memperjuangkan kehendak bebas manusia.

Meski ia membunuh dan melakukan tindakan ekstrem, ideologi Makishima mencerminkan pemikiran filosofis yang mendalam. Ia bukan bertindak demi kekuasaan, melainkan melawan dehumanisasi yang dilakukan sistem.

Sementara itu, para penegak hukum di Psycho-Pass kerap menuruti sistem tanpa berpikir panjang, membuat mereka lebih seperti alat daripada manusia. Di sinilah Makishima tampil lebih beradab dalam sisi ideologisnya.

  1. Meruem (Hunter x Hunter)

Sebagai Raja Semut Chimera, Meruem awalnya kejam dan tak berperasaan. Namun seiring waktu, ia menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa setelah mengenal Komugi, gadis buta pemain Gungi.

Baca Juga: 10 Karakter Perempuan Terkuat di Naruto dan Boruto

Meruem perlahan memahami nilai kehidupan, rasa hormat, dan empati. Ia bahkan rela mati bersama Komugi dalam ledakan nuklir daripada menyakiti orang lain lagi.

Sebaliknya, banyak pahlawan dalam seri ini termasuk Netero yang melakukan tindakan ekstrem dan manipulatif demi mengalahkan Meruem. Ironisnya, sang "monster" justru tumbuh menjadi sosok paling manusiawi di akhir kisah.

  1. Sosuke Aizen (Bleach)

Aizen dikenal sebagai mastermind kejam di Bleach, tapi jika dilihat dari sudut tertentu, ia hanyalah seseorang yang ingin menjatuhkan tatanan dunia yang ia anggap korup.

Ia memusuhi Soul Society bukan tanpa alasan. Dunia roh itu sendiri punya banyak sisi gelap yang tidak adil, terutama pada sistem kelas dan perlakuan terhadap Hollow serta manusia biasa.

Sementara Ichigo dan rekan-rekannya sering membabi buta melindungi sistem tanpa mempertanyakan moralitasnya, Aizen justru melihat lebih dalam dan mencoba mengubahnya, meski dengan cara ekstrem.

Baca Juga: 5 Adaptasi Live Action Anime yang Justru Lebih Bagus dari Versi Aslinya!

  1. Reiner Braun (Attack on Titan)

Reiner awalnya diposisikan sebagai pengkhianat. Namun setelah identitasnya terbongkar, kita memahami beban mental yang ia tanggung sebagai tentara muda yang harus jadi penjahat untuk kedamaian.

Reiner mengalami gangguan psikologis karena tindakannya, menandakan bahwa ia masih punya sisi manusiawi yang kuat. Ia bukan villain karena kebencian, tapi karena keadaan dan indoktrinasi.

Sementara Eren Yeager, sang protagonis, perlahan berubah menjadi karakter brutal yang mengorbankan jutaan orang demi balas dendam. Di titik ini, Reiner justru tampil sebagai sosok yang lebih beradab dan menyesali kekerasan.

Baca Juga: 5 Anime Mirip Attack on Titan, Ada yang Bikin Stress tapi Tetap Seru!

  1. Char Aznable (Mobile Suit Gundam)

Char adalah musuh bebuyutan Amuro Ray. Tapi sepanjang seri Gundam, ia terus berkembang menjadi sosok yang ingin mengubah tatanan dunia, terutama ketimpangan antara bumi dan koloni luar angkasa.

Ia punya visi besar tentang keadilan sosial dan pemerataan, bahkan berani mengorbankan dirinya untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Ia bukan villain karena ingin kekuasaan, tapi karena kecewa terhadap sistem.

Amuro, meski hero, sering digambarkan sebagai remaja emosional yang tidak sepenuhnya memahami dampak perangnya. Char di sisi lain, bertindak berdasarkan analisa yang matang meski caranya bisa kejam.

Baca Juga: 7 Karakter Anti Hero di Anime Paling Overpower

  1. Ragyo Kiryuin (Kill la Kill)

Ragyo memang jahat, tapi jika dilihat dari segi ideologi, ia merepresentasikan kritik terhadap konsumerisme dan kontrol sosial melalui fashion dan gaya hidup.

Ia memanfaatkan pakaian untuk mengendalikan umat manusia, tapi di balik semua itu ada pesan tentang bagaimana manusia dikendalikan oleh sistem yang tak kasat mata.

Sementara Ryuko, sang hero, kadang bertindak emosional dan reaktif. Ragyo, meski antagonis, mengangkat isu yang sangat relevan dan berpikir jauh ke depan.

  1. Gankutsuou (Gankutsuou)

Sosok Count dalam anime ini adalah adaptasi dari kisah klasik The Count of Monte Cristo. Ia adalah korban pengkhianatan yang kembali dengan dendam.

Namun, dibandingkan hero yang lugu dan mudah diperalat, Count justru punya prinsip, kontrol diri, dan gaya yang elegan dalam membalaskan dendamnya.

Baca Juga: 12 Rivalitas Waifu Terbesar di Dunia Anime, Siapa yang Paling Kamu Bela?

Ia tidak membabi buta, tetapi menjalankan rencana dengan cermat tanpa mengorbankan orang yang tak bersalah. Ia menunjukkan kelas tersendiri sebagai villain yang beradab.

  1. Makoto Shishio (Rurouni Kenshin)

Shishio adalah lawan tangguh Kenshin, tapi visinya soal negara sangat sistematis. Ia merasa Jepang yang damai adalah ilusi dan ingin membentuk negara kuat dengan hukum rimba.

Ia bisa dibilang brutal, tapi semua itu karena pernah dihianati negara yang kini disanjung Kenshin. Shishio membangun pasukan dengan disiplin dan tak bertindak tanpa alasan.

Sementara Kenshin kadang terlalu larut dalam rasa bersalah dan idealisme, Shishio justru berpikir realistis dan berani mengambil tindakan strategis.

  1. Legato Bluesummers (Trigun)

Legato adalah tangan kanan Knives, musuh utama Vash the Stampede. Tapi jika diperhatikan, ia bertindak bukan karena ambisi pribadi, melainkan dedikasi buta terhadap keyakinannya.

Ia sangat filosofis dan menyuarakan kebencian terhadap manusia bukan untuk kekuasaan, tapi karena ia percaya umat manusia telah rusak. Ia bahkan siap mati demi ideologinya.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Dandadan: Evil Eye, Jangan Sampai Ketinggalan!

Sementara Vash, meski idealis, sering kali lari dari kenyataan dan enggan membuat keputusan sulit. Legato, meski jahat, justru lebih konsisten dan berani menghadapi kenyataan pahit.

Villain tidak selalu berarti jahat. Dalam banyak anime, mereka justru tampil sebagai karakter dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat, logika yang tajam, dan sikap yang lebih beradab dari hero.

Editor : Jauhar Yohanis
#Mobile Suit Gundam #AIZEN #naruto shippuden #anime #Kill La Kill #itachi uchiha #naruto #attack on titan #bleach