Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

10 Fakta Menarik Studio Ghibli yang Jarang Diketahui! Dari Filosofi Nama hingga Tokoh Perempuan Kuat

Internship Radar Kediri • Jumat, 16 Mei 2025 | 16:52 WIB
The Wind Rises
The Wind Rises

JP Radar Kediri – Studio Ghibli telah menjadi ikon dalam dunia animasi, bukan hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia. Dikenal karena karyanya yang penuh kehangatan, visual menawan, dan cerita yang menyentuh, Ghibli telah menciptakan dunia-dunia ajaib yang tetap relevan lintas usia dan generasi. Namun, di balik popularitas film-filmnya yang sudah mendunia, terdapat banyak hal menarik dari studio legendaris ini yang jarang diketahui oleh publik.

 

  1. Asal Nama "Ghibli" dan Filosofinya

Nama “Ghibli” berasal dari kata Italia ghibli, yaitu angin panas yang berhembus di gurun Sahara. Hayao Miyazaki memilih nama ini karena ingin "meniupkan angin baru" ke dunia animasi Jepang. Nama tersebut juga mencerminkan semangat eksplorasi dan kebaruan yang selalu diusung dalam setiap karya-karya mereka. Filosofi ini tetap menjadi dasar dari banyak film Ghibli yang mengedepankan kebebasan berimajinasi dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

  1. Tanpa Skrip Lengkap? Tak Masalah Bagi Miyazaki

Hal unik lainnya, beberapa film Ghibli—seperti Spirited Away—tidak dibuat berdasarkan naskah yang lengkap sejak awal. Hayao Miyazaki lebih memilih untuk membiarkan cerita berkembang alami selama proses animasi berlangsung. Ia percaya bahwa cerita akan menemukan jalannya sendiri ketika dunia dan karakter sudah mulai “hidup.” Pendekatan ini menghasilkan karya yang terasa sangat organik dan penuh kejutan.

 

  1. Tidak Ada Potongan: Ghibli Sangat Menjaga Kualitas Karyanya

Salah satu nilai yang dipegang teguh Studio Ghibli adalah tidak mengizinkan adanya pemotongan atau sensor atas film mereka. Ketika mendistribusikan film Princess Mononoke ke Amerika, Ghibli bahkan mengirimkan pedang replika dengan pesan "NO CUTS" sebagai bentuk protes atas permintaan pemotongan adegan oleh distributor. Ini menunjukkan komitmen tinggi mereka terhadap integritas artistik.

 

  1. Teknologi Digital? Masih Setia dengan Gambar Tangan

Di era modern yang serba digital, Studio Ghibli tetap setia menggunakan teknik gambar tangan untuk sebagian besar proyek mereka. Meski sudah mulai mengadopsi beberapa teknologi CG (computer-generated), mereka masih percaya bahwa animasi tangan lebih mampu menyampaikan nuansa emosi yang dalam. Ratusan bahkan ribuan lembar gambar dibuat dengan teliti oleh para animator demi menghasilkan satu adegan yang indah.

 Baca Juga: Kenapa Anime Slice of Life Cocok Jadi Teman Healing? Ini Alasanya

  1. Museum Ghibli: Surga bagi Para Penggemar

Bagi para penggemar, Museum Ghibli di Mitaka, Tokyo, adalah destinasi impian. Di museum ini, pengunjung bisa melihat langsung replika rumah Totoro, ruangan kreatif Miyazaki, hingga menonton film pendek eksklusif yang hanya ditayangkan di museum. Tiket masuknya harus dibeli jauh hari karena antusias pengunjung yang luar biasa, baik dari Jepang maupun mancanegara.

 

  1. Film Pertama Ghibli Sebelum Ghibli Ada

Film Nausicaä of the Valley of the Wind (1984) sering dianggap sebagai film Ghibli meski dibuat sebelum studio ini resmi didirikan. Keberhasilan film ini mendorong Miyazaki dan Isao Takahata untuk membentuk Studio Ghibli setahun kemudian. Film ini menjadi cikal bakal dari semua ciri khas Ghibli: tokoh perempuan kuat, tema ekologi, dan dunia fantasi yang unik.

 

  1. Tidak Semua Film Disutradarai Miyazaki

Walau Hayao Miyazaki adalah sosok utama di balik Ghibli, banyak film luar biasa juga disutradarai oleh kreator lain. Grave of the Fireflies karya Isao Takahata misalnya, adalah salah satu film Ghibli yang paling emosional dan berbeda. Takahata lebih banyak mengangkat tema realisme dan tragedi, berbeda dengan pendekatan magis dan penuh harapan yang sering muncul dalam karya Miyazaki.

 

  1. Miyazaki Sering “Pensiun” Tapi Selalu Kembali

Satu fakta lucu yang diketahui banyak penggemar adalah kebiasaan Miyazaki untuk mengumumkan pensiun, hanya untuk kembali membuat film lagi beberapa tahun kemudian. Ia mengumumkan pensiun setelah The Wind Rises (2013), tapi kemudian kembali untuk The Boy and the Heron (2023). Kreativitas tampaknya tidak bisa dipisahkan dari dirinya.

 

  1. Tokoh Perempuan Kuat: Ciri Khas Ghibli

Hampir semua film Ghibli menghadirkan protagonis perempuan yang kuat, mandiri, dan kompleks. Contohnya Chihiro di Spirited Away, Kiki di Kiki’s Delivery Service, atau San di Princess Mononoke. Karakter-karakter ini memberikan representasi perempuan yang tidak bergantung pada pria, dan justru berkembang melalui tantangan hidup yang mereka hadapi sendiri.

 Baca Juga: Lebih dari Sekadar Animasi Studio Ghibli dan Kisah-Kisahnya yang Menyentuh Kehidupan

  1. Tidak Fokus pada Musuh vs Pahlawan

Berbeda dari banyak film lain, Ghibli jarang menggambarkan tokoh antagonis secara hitam-putih. Karakter jahat dalam film Ghibli biasanya memiliki latar belakang emosional yang kuat dan alasan logis di balik tindakannya. Ini membuat cerita terasa lebih manusiawi dan mendorong penonton untuk memahami berbagai sudut pandang.

 

Studio Ghibli adalah contoh sempurna bagaimana animasi bisa lebih dari sekadar hiburan visual. Setiap filmnya menghadirkan refleksi kehidupan, nilai moral, dan keindahan artistik yang menyatu sempurna. Fakta-fakta di atas hanyalah sebagian kecil dari keunikan Ghibli, namun cukup untuk menunjukkan bahwa karya mereka dibuat dengan hati, ketekunan, dan visi yang kuat.

 

Penulis : Naufal Indra Mahardika, Mahasiswa magang UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#ghibli #anime #studio ghibi #anime ghibli #ghibli studio