Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pahami Pembagian Frekuensi Audio ini supaya Sound Horegmu Terdengar Lebih Clarity

Arif Miftaqhul Huda • Kamis, 8 Mei 2025 | 20:30 WIB

Speaker 2 Way dan 3 Way (Pusatsound.id)
Speaker 2 Way dan 3 Way (Pusatsound.id)

JP Radar Kediri- Dalam dunia sound system termasuk dalam ranah sound horeg yang kian populer di berbagai daerah istilah 2 way, 3 way, hingga 4 way merujuk pada sistem pembagian frekuensi suara ke dalam jalur atau way yang berbeda. Sistem ini menjadi dasar dalam merancang dan membangun tata suara yang jernih, seimbang, dan mampu menjangkau seluruh spektrum audio dari nada rendah hingga tinggi. Semakin kompleks sistemnya semakin detail pula pengolahan suara yang dapat dihasilkan.

Sistem 2 way adalah formasi paling dasar dalam sound system, yang membagi sinyal audio menjadi dua jalur utama frekuensi rendah (low) dan frekuensi tinggi (high). Dalam konfigurasi ini subwoofer menangani nada bass dan woofer atau tweeter menangani nada tinggi. Meski sederhana sistem 2 way masih banyak digunakan untuk speaker rumahan, monitor studio kecil, atau setup mini sound system karena efisiensi dan kemudahan instalasinya.

Sementara itu, sistem 3 way membagi suara ke dalam tiga jalur frekuensi low, mid, dan high. Sistem ini sudah menjadi standar bagi banyak pelaku sound horeg karena mampu menyajikan suara yang lebih seimbang dan mendetail. Subwoofer bertugas pada rentang frekuensi rendah, speaker midrange menangani suara menengah seperti vokal dan melodi, dan tweeter menangani frekuensi tinggi seperti hi-hat atau instrumen bernada tajam. Dengan adanya jalur middle yang terpisah, sistem 3 way memberikan kejernihan suara vokal dan kedalaman audio yang sulit dicapai oleh sistem 2 way.

Baca Juga: Speaker dan Amplifier Terbakar, Momok bagi Para Pelaku Sound Horeg. Ini untuk mencegahnya

Lebih lanjut, sistem 4 way membagi suara ke dalam empat jalur: sub-bass, bass, mid, dan high. Konfigurasi ini banyak digunakan dalam sistem profesional, terutama pada ajang kompetisi atau panggung terbuka berskala besar. Jalur sub-bass disediakan khusus untuk mengolah frekuensi ultra rendah di bawah 40 Hz, yang tidak selalu terdengar namun bisa dirasakan secara fisik. Frekuensi bass reguler ditangani oleh box tersendiri begitu pula midrange dan tweeter. Sistem ini memberi presisi maksimal dalam pengolahan suara, membuat setiap instrumen dan elemen musik terdengar pada tempatnya.

Dalam praktiknya pembagian sistem 2 way, 3 way, atau 4 way ini ditentukan oleh penggunaan crossover baik pasif maupun aktif—yang berfungsi menyaring frekuensi agar masing-masing driver hanya menerima sinyal sesuai kapasitasnya. Di kalangan teknisi sound horeg penggunaan crossover aktif dan digital signal processor (DSP) sudah menjadi hal lumrah demi mengoptimalkan performa setiap jalur.

Perbedaan jumlah way tidak hanya memengaruhi kejernihan dan detail suara tetapi juga menentukan fleksibilitas dalam mengatur suara sesuai karakter musik dan lokasi acara. Sistem 2 way lebih cocok untuk acara skala kecil dan praktis. Sementara 3 way dan 4 way memberikan fleksibilitas dan kualitas audio yang jauh lebih baik, meski membutuhkan peralatan dan pengetahuan teknis yang lebih dalam.

Memahami struktur sistem ini menjadi dasar bagi siapa pun yang ingin merancang tata suara berkualitas. Karena dalam dunia audio kejernihan suara bukan hanya tentang volume melainkan bagaimana setiap nada diberi ruang untuk bersinar di jalurnya masing-masing. Dan itu semua dimulai dari pengaturan sistem way yang tepat.

Editor : Puspitorini Dian Hartanti
#sound sistem #frekuensi #sound horeg #Horeg #audio