JP Radar Kediri - Film Jumbo telah menjadi salah satu film animasi sukses buatan Indonesia. Rilis sejak 31 Maret 2025, hingga saat ini Jumbo masih ada di layar lebar dan menyajikan cerita yang menarik mengenai perjalanan hidup anak yatim memaknai masalah yang ada di keseharian mereka.
Selain karakter utama dari Film Jumbo yang bernama Don, karakter Atta menarik perhatian penonton.
Atta pada pembukaan cerita digambarkan sangat angkuh dan cerdas. Atta lincah dalam bermain permainan fisik seperti bola. Karena Don memiliki badan besar dan lelet, Atta cukup sering meledek Don serta membuat citranya sendiri seperti antagonis dalam sebuah cerita.
Namun, semakin cerita berjalan, sisi-sisi lemah Atta ditunjukkan. Atta ternyata tidak memiliki orang tua dan hanya tinggal bersama seorang kakak. Kakak laki-laki Atta bernama Acil.
Acil sangat menyayangi Atta. Meskipun tidak berkecukupan, Acil selalu mengusahakan kerja kerasnya dari bengkel agar bisa memenuhi kebutuhan Atta dan Acil sehari-hari.
Atta dan Acil sama-sama cerdas. Namun, karena suatu peristiwa, kaki Acil mengalami cedera cukup parah sehingga tidak bisa berjalan tanpa bantuan tongkat. Hal tersebut membuat Atta sedih melihat kakaknya sangat berusaha untuk hidup dan mengabaikan rasa sakit di kakinya.
Pada suatu momen, ketika Atta dan Acil makan telur dengan kecap, Atta menangis. Ia bertanya pada Acil, mengapa hidupnya harus sesulit ini.
Beruntung, Acil adalah kakak yang penyabar. Acil berusaha membesarkan hati Atta, berkata hidup memang sulit, tapi jika usaha dan bersabar semua akan terasa lebih baik.
Semakin film berlanjut, simpati penonton kepada Atta semakin besar. Dibanding tokoh yang lain, karakter Atta sangat miskin. Ternyata, Atta hanya iri pada Don karena memiliki hal-hal yang tidak ia punya.
Dalam pandangan Atta, Don dilimpahi banyak kelebihan. Rumah yang bagus, harta yang banyak, nenek yang baik, bahkan teman-teman yang baik padanya. Atta tidak memiliki semua hal itu, ia pun akhirnya mengaku iri pada Don ketika berkunjung ke rumah Don.
Atta juga berbesar hati dan mengakui bahwa ia salah karena mengambil buku dongeng Don dengan paksa.
Perkembangan karakter Atta serta kedewasaan yang menyentuh hati membuat penonton sadar, bahwasanya penerimaan diri tidak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Namun, anak kecil pun bisa.
Selain itu, Atta menunjukkan bahwa mengakui kesalahan dan merubah diri ke arah yang baik bukan sesuatu yang memalukan. Melainkan sebuah kemajuan diri yang patut dibanggakan.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira