JP Radar Kediri - Serial The Beginning After The End (TBATE) tengah jadi perbincangan panas di kalangan pecinta anime dan webtoon.
Adaptasi animenya yang tayang beberapa waktu lalu justru menuai kontroversi. Banyak warganet menyebut TBATE terlalu mirip dengan Mushoku Tensei, bahkan menyindir kualitas animasinya yang terasa amatir.
Simak 5 fakta menarik seputar TBATE di sini!
- Cerita Reinkarnasi, Mirip Mushoku Tensei?
TBATE mengisahkan Arthur Leywin, seorang raja dari dunia modern yang bereinkarnasi ke dunia sihir dan pedang. Konsep ini langsung mengingatkan penggemar pada Mushoku Tensei: Isekai Ittara Honki Dasu, di mana protagonisnya juga bereinkarnasi ke dunia fantasi setelah hidup tragis di dunia nyata.
Meski punya nuansa yang mirip, TBATE sebenarnya lebih menekankan elemen action dan politik dunia sihir, berbeda dari Mushoku Tensei yang fokus pada perkembangan karakter sejak kecil.
Baca Juga: The Beginning After the End Diadaptasi Jadi Anime!, Siap Geser Popularitas Solo Leveling?
- Diadaptasi dari Webnovel dan Webtoon Populer
TBATE berasal dari webnovel karya TurtleMe yang kemudian diadaptasi menjadi webtoon oleh Tapas. Popularitasnya meledak, terutama di Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Banyak penggemar menyukai pace cerita yang cepat dan tokoh utama yang overpowered tapi tetap punya sisi manusiawi.
- Studio Adaptasi Animenya Dikecam
Ketika diumumkan akan diadaptasi menjadi anime, banyak fans girang. Tapi setelah trailer perdananya dirilis, antusiasme itu berubah jadi kecewa. Netizen menyebut animasinya kaku, ekspresi wajah karakter datar, dan tidak sesuai ekspektasi dari cerita yang sudah populer.
Komentar seperti “ini lebih mirip slideshow daripada anime” dan “fan animation aja bisa lebih bagus” membanjiri media sosial. Belum diketahui apakah studio akan melakukan revisi sebelum rilis resmi.
- Desain Karakter Kurang Memikat
Salah satu kritik utama lain datang dari desain karakter. Meskipun webtoon-nya punya gaya gambar yang cukup menarik, adaptasi animenya dinilai menurun secara visual. Detail wajah, proporsi tubuh, hingga pewarnaan dianggap kurang rapi dan tidak mendukung suasana dunia isekai yang megah.
Baca Juga: Bukan Sekedar Animasi! 10 Quotes Karakter Anime yang Penuh Makna! yang Harus Kamu Ingat
- Potensi Besar Tapi Terancam Gagal Total
Dengan basis fans global dan jalan cerita yang sudah solid, TBATE sebenarnya punya potensi jadi top tier anime isekai. Namun, adaptasi yang terburu-buru dan kualitas animasi yang rendah bisa jadi bumerang besar. Beberapa penggemar bahkan membuat petisi agar proyek animenya ditunda dan dikerjakan ulang oleh studio yang lebih berpengalaman.
The Beginning After The End adalah seri yang menarik dari sisi naratif, tapi animasinya jadi batu sandungan. Jika tidak ada perbaikan, TBATE bisa mengikuti jejak banyak webtoon lain yang gagal saat diadaptasi jadi anime.
Editor : Jauhar Yohanis