JP Radar Kediri– Jumbo dinobatkan menjadi salah satu film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.
Di hari ke tujuh penayangannya sejak resmi dirilis di pada 31 Maret 2025, Jumbo sudah disaksikan oleh satu juta penonton lebih di layar lebar.
Film Jumbo juga akan ditayangkan di 17 negara. Di balik kesuksesan animasi garapan 400 lebih animator tanah air ini, ada sosok Ryan Adriandhy sebagai sutradara.
Uniknya, ini justru merupakan kali pertama atau debutan Ryan menyutradarai film layar lebar. Perjalanan karir Ryan di dunia hiburan tanah air mulanya dikenal sebagai komika.
Pria kelahiran Jakarta pada 15 Juni 1990 ini mengawali kariernya di dunia hiburan dengan menjadi pemenang di kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim pertama (SUCI 1) tahun 2011.
Ryan berhasil mencuri perhatian penonton dengan gaya dan teknik komedi yang berbeda dari yang lain.
Kemampuannya dalam melakukan impersonate dalam menyampaikan humornya menjadi satu ciri khas tersendiri.
Kesuksesan di dunia stand-up comedy memotivasi Ryan untuk mengeksplorasi lebih jauh ke dunia hiburan.
Setelah menjuarai SUCI 1, Ryan semakin dikenal setelah berperan dalam web series Malam Minggu Miko.
Web series ini ditulis dan diproduksi oleh Raditya Dika, salah satu komedian dan penulis terkenal di Indonesia.
Kerja sama dengan seorang Raditya Dika memperkaya pengalaman Ryan dalam berakting.
Keduanya memiliki chemistry yang kuat, web series ini juga menjadi salah satu yang sukses menarik perhatian publik dan ikonik dengan karakter Miko yang diperankan oleh Radiyta Dika dan Ryan.
Selain itu, pengalaman ini membuka kesempatan bagi Ryan untuk menjelajahi lebih banyak proyek di layar kaca, termasuk film layar lebar yang terinspirasi dari web series tersebut.
Tak hanya menjajaki kesuksesannya di dunia animasi dan aktir, Ryan pun memutuskan untuk mendalami lebih tentang seni animasi.
Dia kemudian melanjutkan S2 di Rochester Institute of Technology di Amerika Serikat, tempat ia mengambil gelar Master of Fine Arts (MFA) di bidang Film dan Animasi.
Di saat menempuh pendidikan, Ryan menghasilkan film pendek berjudul Prognosis sebagai tugas akhir.
Film ini mendapat pengakuan luas dan berhasil memenangkan Piala Citra untuk kategori Film Animasi Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia 2020.
Prestasi ini semakin memperkuat reputasinya di industri animasi, membuktikan bahwa ia memiliki bakat yang luar biasa di bidang ini.
Setelah lulus, Ryan bergabung dengan Visinema Animation, sebuah rumah produksi terkenal yang telah menghasilkan beberapa film berkualitas.
Di sini, ia terlibat dalam berbagai proyek animasi yang tidak hanya mendidik tetapi juga menghibur penonton.
Bergabungnya Ryan ke Visinema menjadi langkah penting untuk kariernya di dunia animasi, sebelum akhirnya ia mengejar proyek film animasi panjang pertamanya, yaitu Jumbo.
– Jumbo dinobatkan menjadi salah satu film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.
Di hari ke tujuh penayangannya sejak resmi dirilis di pada 31 Maret 2025, Jumbo sudah disaksikan oleh satu juta penonton lebih di layar lebar.
Film Jumbo juga akan ditayangkan di 17 negara. Di balik kesuksesan animasi garapan 400 lebih animator tanah air ini, ada sosok Ryan Adriandhy sebagai sutradara.
Uniknya, ini justru merupakan kali pertama atau debutan Ryan menyutradarai film layar lebar. Perjalanan karir Ryan di dunia hiburan tanah air mulanya dikenal sebagai komika.
Baca Juga: Sinopsis Film A Minecraft Movie, Film Terbaru Jason Momoa Yang Puncaki Box Office
Pria kelahiran Jakarta pada 15 Juni 1990 ini mengawali kariernya di dunia hiburan dengan menjadi pemenang di kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim pertama (SUCI 1) tahun 2011.
Ryan berhasil mencuri perhatian penonton dengan gaya dan teknik komedi yang berbeda dari yang lain.
Kemampuannya dalam melakukan impersonate dalam menyampaikan humornya menjadi satu ciri khas tersendiri.
Kesuksesan di dunia stand-up comedy memotivasi Ryan untuk mengeksplorasi lebih jauh ke dunia hiburan.
Setelah menjuarai SUCI 1, Ryan semakin dikenal setelah berperan dalam web series Malam Minggu Miko.
Web series ini ditulis dan diproduksi oleh Raditya Dika, salah satu komedian dan penulis terkenal di Indonesia.
Kerja sama dengan seorang Raditya Dika memperkaya pengalaman Ryan dalam berakting.
Keduanya memiliki chemistry yang kuat, web series ini juga menjadi salah satu yang sukses menarik perhatian publik dan ikonik dengan karakter Miko yang diperankan oleh Radiyta Dika dan Ryan.
Selain itu, pengalaman ini membuka kesempatan bagi Ryan untuk menjelajahi lebih banyak proyek di layar kaca, termasuk film layar lebar yang terinspirasi dari web series tersebut.
Tak hanya menjajaki kesuksesannya di dunia animasi dan aktir, Ryan pun memutuskan untuk mendalami lebih tentang seni animasi.
Dia kemudian melanjutkan S2 di Rochester Institute of Technology di Amerika Serikat, tempat ia mengambil gelar Master of Fine Arts (MFA) di bidang Film dan Animasi.
Di saat menempuh pendidikan, Ryan menghasilkan film pendek berjudul Prognosis sebagai tugas akhir.
Film ini mendapat pengakuan luas dan berhasil memenangkan Piala Citra untuk kategori Film Animasi Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia 2020.
Prestasi ini semakin memperkuat reputasinya di industri animasi, membuktikan bahwa ia memiliki bakat yang luar biasa di bidang ini.
Setelah lulus, Ryan bergabung dengan Visinema Animation, sebuah rumah produksi terkenal yang telah menghasilkan beberapa film berkualitas.
Di sini, ia terlibat dalam berbagai proyek animasi yang tidak hanya mendidik tetapi juga menghibur penonton.
Bergabungnya Ryan ke Visinema menjadi langkah penting untuk kariernya di dunia animasi, sebelum akhirnya ia mengejar proyek film animasi panjang pertamanya, yaitu Jumbo.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah