Anime adaptasi dari manhwa Solo Leveling buatan Chugong ini memang berhasil menarik perhatian penonton global. Tapi buat kamu yang sudah lebih dulu mengikuti versi webtoonnya, pasti sadar kalau beberapa adegan hingga karakter punya perbedaan mencolok.
Nah, berikut ini beberapa perbedaan utama antara anime Solo Leveling dan webtoonnya yang wajib kamu tahu!
- Nama Tokoh Utama Berbeda
Di webtoon, nama karakter utama adalah Sung Jin-Woo, sesuai dengan latar Korea Selatan. Namun dalam versi anime, namanya diubah menjadi Shun Mizushino. Ini merupakan hasil adaptasi agar lebih sesuai dengan penggarapan versi Jepang oleh A-1 Pictures.
Meskipun begitu, alur cerita utama tetap fokus pada perjalanan karakter tersebut dari hunter kelas E menjadi hunter terkuat di dunia.
- Setting Lokasi Diubah
Webtoon Solo Leveling mengambil latar utama di Korea Selatan, lengkap dengan suasana lokal dan referensi budaya yang khas. Tapi di versi anime, latarnya dipindahkan ke Jepang. Ini juga bagian dari penyesuaian adaptasi agar lebih relevan dengan penonton Jepang.
Perubahan ini tentu berdampak pada beberapa elemen cerita, termasuk organisasi hunter dan struktur pemerintahan dunia hunter itu sendiri.
- Penyesuaian Desain Karakter
Beberapa karakter mengalami sedikit perubahan desain dalam versi anime. Contohnya adalah Cha Hae-In yang tampil dengan gaya rambut dan warna mata yang lebih "anime" dibanding versi webtoonnya.
Meski demikian, karakteristik dan peran tokoh-tokoh utama tetap dipertahankan agar penggemar setia tidak kehilangan kedekatan emosional.
- Tempo Cerita Lebih Cepat di Anime
Webtoon cenderung membangun cerita dengan tempo yang cukup santai, bahkan beberapa chapter awal terasa lambat. Di anime, beberapa bagian diringkas atau langsung masuk ke aksi utama agar penonton tidak bosan.
Ini bisa jadi nilai plus atau minus, tergantung preferensi penonton. Buat yang suka pace cepat, anime bisa jadi pilihan lebih seru.
- Beberapa Adegan Eksklusif di Anime
Menariknya, anime Solo Leveling juga menambahkan beberapa adegan orisinal yang tidak ada di webtoon. Salah satu contohnya adalah ekspansi pada dunia hunter Jepang dan penambahan momen dramatis yang memperdalam karakterisasi.
Adegan-adegan tambahan ini membuat anime terasa lebih cinematic dan cocok dinikmati bahkan bagi yang belum pernah membaca webtoonnya.
Editor : Jauhar Yohanis