Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Tragis di Balik Lagu "Bintang di Surga" Peterpan

Mohammad Afwan • Selasa, 1 April 2025 | 16:35 WIB

 

Video klip lagu Bintang di Surga dari Peterpan.
Video klip lagu Bintang di Surga dari Peterpan.

JP Radar Kediri - Lagu "Bintang di Surga" dari band Peterpan (sekarang NOAH) menjadi salah satu lagu yang sangat ikonik di Indonesia. Dikenal dengan lirik yang dalam dan melodi yang menghanyutkan, lagu ini memikat banyak pendengar sejak pertama kali dirilis pada tahun 2004.

Namun, ada kisah tragis yang tersembunyi di balik lagu ini yang mungkin belum banyak diketahui oleh penggemar musik Indonesia.

Lagu "Bintang di Surga" pertama kali muncul dalam album *Bintang di Surga* yang dirilis pada tahun 2004. Lagu ini ditulis oleh Ariel, vokalis Peterpan, dengan lirik yang menggambarkan rasa kehilangan, harapan, dan perasaan cinta yang abadi.

Tak hanya secara musikal, tetapi lirik lagu ini juga membawa pesan mendalam yang mampu menyentuh hati banyak orang. Lagu ini bercerita tentang sosok yang sangat dihormati, yang tak akan pernah terlupakan, dan bagai bintang yang selalu bersinar di surga.

Namun, banyak yang tidak tahu bahwa di balik lagu tersebut terdapat kisah sedih dan tragis yang mengiringi proses pembuatannya. Kisah tragis yang menyelimuti lagu ini berhubungan dengan kehilangan sosok yang sangat berarti bagi Ariel dan band Peterpan—yaitu kehilangan teman dan sahabat yang sangat dekat.

Di masa pembuatan lagu tersebut, Peterpan sedang berada di puncak popularitas, namun mereka harus menghadapi kenyataan pahit ketika salah satu personel mereka, Andika (gitaris Peterpan yang sempat bergabung sebelum keluar dari band), mengalami permasalahan pribadi yang serius. Meskipun Andika tidak sepenuhnya terlibat dalam proses pembuatan lagu ini, kepergiannya dari band menambah beban emosional bagi para personel lainnya.

Namun, di luar itu, kisah tragis yang paling menyentuh adalah cerita tentang perjalanan band yang penuh lika-liku, konflik internal, dan perubahan personel.

Lagu ini menjadi semacam penghormatan untuk semua perjuangan mereka selama ini—termasuk perjuangan dalam menghadapi cobaan hidup, kehilangan orang-orang yang mereka cintai, serta kecintaan mereka terhadap musik.

Ariel sendiri mengungkapkan dalam beberapa wawancara bahwa lagu ini terinspirasi oleh perasaan kehilangan dan harapan akan kebahagiaan yang lebih baik di dunia yang lain.

Liriknya menggambarkan seseorang yang telah meninggal, tetapi kenangannya tetap hidup, seperti bintang yang terus bersinar di langit.

Lagu ini tak hanya menceritakan tentang seseorang yang telah tiada, tetapi juga sebagai simbol bagi mereka yang harus terus melanjutkan hidup meskipun harus melewati duka yang mendalam.

Salah satu aspek tragis lainnya adalah perjalanan Ariel sendiri yang penuh dengan pergolakan. Tak lama setelah album *Bintang di Surga* dirilis, Ariel menghadapi tantangan besar dalam hidupnya.

Dia terjerat dalam sebuah kasus hukum yang sangat mempengaruhi karier dan kehidupan pribadinya. Kasus tersebut sempat mengguncang dunia musik Indonesia dan membuat Ariel mengalami tekanan mental dan emosional yang luar biasa.

Namun, di tengah cobaan berat ini, lagu "Bintang di Surga" seolah menjadi pengingat akan pentingnya bertahan hidup dan menjalani kehidupan meski harus menghadapi kenyataan yang pahit.

Bagi para personel Peterpan, lagu ini menjadi cara mereka untuk mengungkapkan rasa kehilangan yang mereka rasakan, baik karena perubahan dalam band maupun karena perasaan mereka terhadap masa lalu yang penuh dengan kenangan manis sekaligus pahit.

Dalam setiap liriknya, mereka seolah menyampaikan bahwa meski dunia ini penuh dengan ketidakpastian dan kesedihan, ada keindahan yang tetap bisa ditemukan, bahkan dalam kegelapan.

Melalui "Bintang di Surga," Peterpan berhasil menciptakan sebuah karya yang tidak hanya menggugah secara musikal, tetapi juga sarat dengan makna filosofis.

Lagu ini mengingatkan kita bahwa meskipun ada banyak peristiwa tragis dalam hidup, kita tetap bisa menemukan kekuatan untuk bangkit dan menghargai kenangan yang indah.

"Bintang di Surga" juga mengajarkan kita untuk menghormati orang-orang yang telah pergi dan memastikan bahwa mereka tetap hidup dalam ingatan kita, seperti bintang yang bersinar abadi di langit.

Lagu ini tidak hanya mewakili perasaan pribadi Ariel dan band, tetapi juga menjadi simbol dari perasaan banyak orang yang merasakan kehilangan dalam hidup mereka.

Dengan lirik yang sederhana namun dalam, "Bintang di Surga" berhasil menyentuh hati jutaan pendengar, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik bisa menjadi terapi bagi jiwa yang terluka.

Lagu "Bintang di Surga" lebih dari sekadar sebuah karya musik; ia adalah cerminan dari perjalanan emosional yang penuh dengan perjuangan, kehilangan, dan harapan.

Meskipun dikelilingi oleh kisah tragis yang mendalam, lagu ini berhasil menghadirkan keindahan yang mampu memberikan kenyamanan dan inspirasi bagi banyak orang. Di balik kesuksesan dan popularitasnya, lagu ini tetap menjadi kenangan abadi bagi mereka yang pernah merasakan duka dan mencari sinar dalam kegelapan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#laguindonesia #lagu #Peterpan #music #band