JP Radar Kediri- Tidak hanya empat finalis Masterchef Indonesia Season 12 yang terpukul karena mimpi mereka mengangkat tropi Masterchef Indonesia terkubur. Tetapi juga bagi Malrani, finalis yang terselamatkan. Perempuan asal Kendal, Jawa Tengah itu shock harus ditinggal empat teman dan sahabatnya dalam waktu bersamaan.
Bahkan, Malrani sempat pingsan dan jatuh di pelukan Wji Indah Arianti, finalis asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. “Aku wis ra kuat ngadek (aku sudah tidak kuat berdiri),” tutur Wiji menirukan ucapan Malrani yang berdiri tepat di sampingnya.
Benar saja, tak lama dia jatuh menimpa tubuhnya. Sambil menahan dan memeluk tubuh Malrani, Wiji mengangkat tangannya. “Cut..cut,” ucap Wiji membuat Chef Juna yang sedang bicara langsung menghentikan ucapannya.
Tak lama, Chef Rudy yang melihat Wiji hampir jatuh tertimpa tubuh perempuan yang juga perangkat desa ini langsung lari mendekat ke Wiji dan membantu menahan tubuh Malrani yang jatuh pingsan. Membuat suasana galeri Masterchef Indonesia Season 12 mencekam. Medik pun berdatangan dan menyadarkan Malrani.
“Rasanya semuanya gelap. Habis itu ndak tahu rasanya. Sesak, sakit sekali harus ditinggal sahabat seperti mbak Oky,” ungkap Malrani setelah kondisinya pulih. Malrani mengaku sulit menemukan teman bercerita dan curhat seperti Oky.
Baca Juga: Wiji, Finalis Masterchef 12 dari Kediri Gagal Lanjut...Ini Penyebabnya..
Seperti diketahui, empat finalis langsung tereliminasi pada penayangan di Galeri 4 Masterchef Indonesia season 12 di RCTI pada Sabtu (8/3) lalu. Terdiri dari Aqilah, Wiji, Oky,dan Oji. Mereka gagal menyelesaikan tantangan pressure test buah kesemek.
Wiji harus pulang setelah pizza buah kesemek miliknya tidak matang. “Kenapa sih ndak matang adonannya. Padahal itu base-nya,” sesal Chef Renata sebelum menyatakan Wiji harus pulang.
Untuk diketahui, Wiji berhasil lolos masuk bootcamp Masterchef Indonesia season 12 setelah membuat sate ayam. Perempuan yang juga mantan tenaga kerja Wanita (TKW) di Macau ini sekarang mengelola rumah makan di Pare, Kabupaten Kediri. (*)
Editor : Puspitorini Dian Hartanti