JP Radar Kediri - Karya fiksi menjadi pelarian yang bagus untuk pergi dari realita yang ada. Melalui berbagai genre serta cerita yang khas dapat membantu kita istirahat sejenak dari kehidupan nyata.
Penulis tenar berkebangsaan Jepang dengan nama Akiyoshi Rikako juga menulis cerita yang menarik. Fokus penulisannya ada pada genre thriller dibalut nuansa misteri yang kental. Kesan horo yang dibangun oleh Akiyoshi Rikako terbungkus dalam teka-teki yang cerdas agar pembaca ikut menebak alur cerita.
Terhitung, sudah ada lebih dari lima buku Akiyoshi Rikako yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Semua buku tersebut tidak ada yang mencerminkan kesan ceria dan cerah.
Jika menyukai kisah dengan adrenalin tinggi, tulisan-tulisan Akiyoshi Rikako dapat kamu coba sebagai konsumsi bacaan melepas penatmu.
Baca Juga: Cara Mengatasi Art Block, Kebuntuan Ide Menghasilkan Karya
Rekomendasi Buku Karya Akiyoshi Rikako
Holy Mother
Ibu mana yang tidak menyayangi anaknya? Itulah garis besar buku ini. Menunjukkan bagaimana protektif seorang ibu di saat apapun.
Naasnya, terdapat kasus pembunuh berantai yang mengincar anak-anak di sekitar kota. Ketakutan akan kehilangan seorang anak yang sudah di idamkan sejak dahulu membuat tokoh utama berniat melakukan apa saja, bahkan hal tergila sekalipun.
Buku ini menunjukkan sisi keberanian seorang ibu ketika menghadapi bahaya besar yang mengancam anaknya. Serta, ternyata ada yang lebih menakutkan dari pembunuh itu sendiri. Yaitu, kasih sayang seorang ibu yang beringas.
Baca Juga: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Buku Brian Khrisna yang Menceritakan Sisi Kelam Kehidupan
Girls in The Dark
Makanan manis, pesta minum teh, dan obrolan para gadis. Ada satu bangunan kecil di dekat sekolah yang disulap menjadi salon.
Salon itu berisi gadis-gadis yang ingin berkumpul dan membuat klub mandiri. Klub itu boleh diikuti oleh siapa saja, asalkan lulus bersyarat oleh pemiliknya.
Siapa saja yang masuk salon itu, bisa bersantai layaknya seorang putri. Salon indah itu adalah gambaran bangsawan modern yang menikmati kehidupannya.
Prioritas utama klub yang menempati salon itu membicarakan karya sastra yang tengah mereka baca sembari makan kue manis yang mahal harganya. Pada suatu waktu, tiba-tiba ketua klub menghilang. Para anggota kalang kabut dan mencurigai satu sama lain.
Ada bercak darah di pelataran ketika ketua klub dikabarkan menghilang. Jadi, apakah ini bunuh diri yang dirahasiakan. Atau pembunuhan secara diam-diam?
Baca Juga: Rekomendasi Buku Ziggy Z., dari Jakarta Sebelum Pagi sampai Di Tanah Lada
The Dead Returns
Sudah mati! Namun, kenapa malah masuk ke tubuh orang lain? Karena sudah terlanjur masuk ke tubuh orang kaya dan tampan, Koyama Nobuo berniat mencari pembunuhnya.
Siapa orang yang tega mendorongnya dari tebing dan menyebabkan kondisinya menjadi seperti ini. Saat investigasi mandiri Koyama lakukan, banyak hal yang ia baru rasakan.
Kasih sayang tulus orang tua. Teman-teman yang banyak. Serta, ketenaran. Tetapi, itu semua terasa dusta karena faktanya tubuh yang ia pakai bukan miliknya.
Koyama berada dalam kebimbangan untuk melanjutkan investigasinya dan mati dengan tenang. Tetapi di sisi lain, inilah kehidupan yang ia dambakan sejak dahulu dan sulit untuk direlakan begitu saja.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira